Asyik, Penumpang Pesawat Kelas Ekonomi Kini Bisa Selonjoran ke Kursi Depan!

0
Kursi selonjoran ala Zodiac Aerospace. Foto: Zodiac Aerospace

Begitu banyak inovasi di kabin first class. Tetapi, hal tersebut bak mimpi di siang bolong untuk kabin kelas ekonomi. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, firma desain di seluruh dunia mulai melirik inovasi di kelas tersebut. Salah satunya lewat gelaran Crystal Cabin Awards.

Baca juga: Inilah Economy Sky-Dream, Tempat Tidur Tiga Tingkat untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

Crystal Cabin Awards sendiri merupakan event perlombaan tahunan yang mengundang firma desain seluruh dunia untuk memberikan satu ide desain terbaik mencakup seluruh area di kabin, entah itu kursi pesawat, toilet, jendela, kompartemen bagasi, lampu led, IFE, dan lain sebagainya.

Setiap tahun, ajang ini selalu menghadirkan desain-desain inovatif. Pada tahun 2018 silam, ajang final Crystal Cabin Awards menghadirkan salah satu inovasi yang disebut Eco Zlounge besutan Zodiac Aerospace.

Dilansir Simple Flying, lewat desain Eco Zlounge, penumpang di kabin kelas ekonomi dimungkinkan untuk selonjoran sejajar dengan tempat duduk. Selama ini, hal itu mustahil didapat. Sekalipun bisa selonjoran, paling-paling hanya bisa meregangkan kaki ke bawah kursi di depan.

Penumpang juga akan diberikan wadah dari seatback untuk tumpuan paha bawah hingga betis untuk kenyamanan lebih. Lewat lubang kecil pada bagian kursi, yang memungkinkan kaki menembus kursi depan, penumpang bisa menikmati sensasi selonjoran dalam posisi paling nyaman.

Hanya saja, perlu dicatat, dalam kondisi normal, konsep Eco Zlounge mustahil dilakukan. Sebab, konsep ini mengandalkan kursi kosong di depan. Andaipun tidak kosong, penumpang di sampingnya dipercaya juga tak akan nyaman melihat kaki penumpang lain ada di sebelahnya. Terlebih bila kaki penumpang yang bersangkutan tak semulus yang dibayangkan.

Sudah begitu, konsep ini juga bisa menimbulkan konflik antar penumpang. Ketika kursi di depan seorang penumpang kosong dan hendak dimanfaatkan untuk meregangkan kaki, mungkin itu akan mulus-mulus saja andai penumpang lain tak berniat pindah ke kursi tersebut. Seandainya ia dan kedua penumpang lain ngotot saling mengklaim hak pribadinya pada kursi tersebut, bukan tak mungkin pertikaian akan terjadi bila tak cepat-cepat dilerai.

Daripada mengharapkan inovasi di kursi kelas ekonomi yang rentan konflik, tak ada salahnya berharap banyak pada inovasi kursi kelas ekonomi lainnya; seperti kursi Joy buatan Rebel.Aero.

Kursi Joy didesain untuk menjadi pioneer kursi nyaman di kelas ekonomi. Hal itu didasari sejumlah alasan, seperti terbuat dari bahan ringan dan kuat, tata letak, dan fitur-fitur simple namun sangat dibutuhkan.

Disebutkan, secara keseluruhan, kursi terbuat dari bahan-bahan ringan dan teknik pembuatan modern. Selain itu, seatback dibuat dengan bahan thermoplastik agar perawatannya bisa jauh lebih terjangkau. Dua ini dinilai bukan hanya bermanfaat untuk penumpang, melainkan untuk maskapai karena mengurangi berat total pesawat. Itu berarti menghemat konsumsi bahan bakar atau cost.

Baca juga: Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Sarung jok belakang kursi Joy Rebel.Aero dibuat sangat simple tanpa jahitan. Kursi juga dilengkapi dengan fitur flip up booster, dimana kursi bisa dilipat untuk memberikan keleluasaan kepada para penumpang untuk berdiri di depan kursi.

Fitur spesial kursi Joy Rebel.Aero adalah letak kursi tengah yang sedikit lebih maju dibanding kursi di sebelahnya. Desain seperti ini dinilai menjadi solusi terbaik untuk mengakhiri polemik perebutan armrest di kursi tengah serta gesekan bahu antara penumpang di kursi tengah dengan penumpang di sebelah kanan dan kirinya.

Leave a Reply