Inilah Economy Sky-Dream, Tempat Tidur Tiga Tingkat untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

0
Konsep kursi tempat tidur tiga tingkat di kabin kelas ekonomi jarak jauh. Foto: ADSE

Kursi nyaris tegak lurus di kelas ekonomi mungkin tak ada masalah bagi penumpang pada penerbangan jarak pendek di bawah satu setengah atau dua jam. Namun, di atas itu, apalagi penerbangan internasional antar-benua, penumpang yang duduk di kursi model itu dipastikan tidak nyaman dan ingin segera menyudahi penerbangan.

Baca juga: Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Namun, itu tidak akan pernah terjadi andai seluruh maskapai merealisasikan konsep Economy Sky-Dream dari perusahaan konsultan dan teknik Belanda, ADSE.

Sebetulnya, penumpang kelas ekonomi jarak jauh sudah mulai mendapai kenyamanan lebih, seperti tempat duduk ergonomis dan leg room lega. Tetapi, tetap saja, tidak ada pengalaman tidur nyaman seperti di rumah. Masalah itulah yang ingin dipecahkan ADSE melalui konsep Economy Sky-Dream.

Dilansir Simple Flying, alih-alih coba menghadirkan lebih banyak ruang di kabin, mereka berpikir akan lebih brilian bila menghadirkan tempat tidur di atas kepala atau kursi penumpang. Bukan hanya satu tetapi dua tempat tidur, menggantikan kompartemen bagasi di bagian atas.

Perlu digaris bawahi, konsep tempat tidur tiga tingkat ini hanya ditujukan untuk kelas ekonomi pesawat widebody Airbus A350 dan Boeing 777.

Sebelum mulai menikmati tempat tidur tiga tingkat ini, seluruh penumpang akan memulai taxiing dan lepas landas dari kursi sebagaimana mestinya. Ini disebut seating mode atau mode tempat duduk. Barulah setelah pesawat meluncur stabil di udara, penumpang bisa menikmati sensasi tidur di kelas ekonomi di tempat tidur tiga tingkat.

Penumpang cukup menaiki tangga untuk mencapai tempat tidur di tingkat kedua dan ketiga. Masing-masing tempat tidur dilengkapi dengan life vests atau sejenis lampu baca, passenger service unit (PSU) berupa ventilasi, masker oksigen saat dalam keadaan darurat dan USB charge. Kursi kosong yang ditinggali penumpang juga bisa dimanfaatkan menjadi tempat tidur. Jadi, total ada tiga tempat tidur.

Karena kompartemen bagasinya pindah ke bawah kursi, pastinya penumpang harus membawa barang-barang yang diinginkan terlebih dahulu sebelum ke tempat tidur tingkat dua dan tiga.

Saat waktunya menyantap hidangan, penumpang kabin kelas ekonomi ini bisa kembali ke kursi di bawahnya, dan mengaktifkan mode foldable table atau meja lipat, mengingat tidak ada meja lipat dari seatback kursi depan. Untuk kenyamanan lebih, penumpang juga bisa mengangkat armrest agar terasa lebih luas.

Pada umumnya, maskapai menerbangkan widebody mereka dengan konfigurasi 10 kursi atau 3-4-3. Adapun konsep Economy Sky-Dream berkurang satu kursi menjadi 3-3-3. Ini tentu menjadi kendala terberat maskapai untuk merealisasikan konsep tersebut, mengingat hilang satu kursi di setiap row bisa berdampak buruk pada arus kas perusahaan.

Akan tetapi, hal itu cepat-cepat diluruskan perusahaan. Melalui Maurice Boon, konsultan teknis untuk ADSE, ia menjamin hal itu tertutup dengan biaya ekstra yang dikeluarkan penumpang di kursi tempat tidur tiga tingkat ini.

Baca juga: Intip Konsep Peacock Suites, Desain Hotel ‘Terbang’ Super Mewah Pesawat di Masa Depan

“Kepadatan penumpang yang berkurang dapat dikompensasikan dengan harga tiket untuk penumpang yang menerbangkan ranjang susun. Penurunan berat badan dari lebih sedikit penumpang dan lebih sedikit barang bawaan cukup signifikan dan mungkin dapat mengurangi berat keseluruhan untuk seluruh bagian tempat tidur susun (bunk beds),” katanya kepada Runway Girl Network.

Bila masalah revenue bisa dijawab, bagaimana dengan masalah safety atau kenyamanan, khususnya saat dalam keadaan darurat. Biasanya, konsep kursi pesawat inovatif seringkali terkendala di sini hingga pada akhirnya konsep tersebut tak pernah terwujud di penerbangan komersial. Apakah konsep kursi Economy Sky-Dream salah satunya? Menarik ditunggu.

LEAVE A REPLY