Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

0
Kursi tempat tidur double decker di pesawat. Foto: David Martinez-Celis via Simple Flying

Pesawat sejatinya merupakan moda transportasi tercanggih. Namun, dalam urusan kursi yang juga berfungsi sebagai tempat tidur double decker, justru pesawat masih tertinggal dengan bus, yang kini tengah happening dan kondang dengan sebutan sleeper bus.

Baca juga: Tak Puas dengan Layanan Singapore Airlines, Desain Interior Pesawat Bebas Covid-19 Ini Pun Lahir

Kendati demikian, penumpang pesawat mungkin tidak sedang bermimpi, untuk segera mencicipi kursi nyaman yang juga berfungsi sebagai tempat tidur dengan konsep double decker atau bertingkat. Sebab, desainnya sudah dibuat lengkap oleh David Martinez-Celis.

Sejak tahun 2009, ia telah membuat konsep tempat tidur bersusun untuk kabin Airbus A380, yang ketika itu trennya tengah melonjak drastis. Konsepnya sendiri disebut ‘Airborne Hotel’ dan bertujuan untuk memberikan setiap penumpang kursi berbaring tanpa kehilangan kapasitas penumpang dalam jumlah besar.

Meski sejak awal desainnya dikhususkan untuk A380, namun, banyak spekulasi bahwa desian tersebut masih cukup masuk akal untuk diterapkan di pesawat jarak jauh yang lebih kecil.

Dilansir Simple Flying, sistem pada desain ini pada dasarnya mengambil ruang sebanyak-banyaknya untuk kenyamanan penumpang untuk berbaring, dengan kapasitas empat orang di atas dan bawah. Penumpang bisa dengan mudah naik-turun kursi ‘sleeper aircraft’ ini dengan menggunakan tangga dan berpegangan pada armrest.

Karena memaksimalkan ruang yang ada, sudah pasti suasana di kabin pesawat nampak penuh sesak dan pandangan menjadi terbatas. Selain itu, kendati ini diterapkan pada pesawat widebody, hanya ada satu lorong di pesawat, imbas memaksimalkan ruang kabin. Jangan bicara leg room pada konsep ini, sebab, sudah pasti nyaman.

Di first class A380, sang desainer menyarankan konfigurasi 1-2-2-1 dengan total 16 kursi. Sedangkan di kabin kelas ekonomi, kursi menggunakan konfigurasi 2-3-2-3. Sedangkan untuk dek atas pesawat, konfigurasinya kurang lebih sama, hanya saja ada opsi untuk double aisle, dimana setiap kursi dekat jendela hanya ada satu kursi dan empat kursi di tengah.

Setiap kursi bisa dioperasikan dengan mudah ketika ingin diubah ke mode sleep atau flat. Selain itu, untuk penumpang di atas, armrestnya juga bisa digunakan untuk pembatas agar tak jatuh ketika terlelap tidur.

Baca juga: Bus Double Decker di London Jadi ‘Solusi’ Hidup Sejahtera Bagi Tunawisma

Secara keseluruhan, dari segi kenyamanan, desain kursi atau tempat tidur double decker di pesawat sudah sangat baik dan sangat dinanti kehadirannya.

Namun, ketika melewati proses sertifikasi, pertimbangannya bukan hanya kenyamanan tetapi juga keamanan. Inilah yang dipandang banyak pihak penuh dengan rasa pesimis. Tetapi, pengaplikasian ini bukan tidak mungkin bila dibantu sejumlah pihak untuk membuatnya jadi bukan hanya nyaman, tetapi juga aman dalam segala kondisi.

Leave a Reply