Australia, Jadi Satu-satunya Benua Tanpa Kereta Cepat!

0
Ilustrasi kereta cepat. Sumber: bbc.com

Mantan Direktur Pelaksana Hitachi Consultin, Gary Fisher pernah berkata suatu waktu, “Australia adalah satu-satunya benua di planet ini, selain Antartika, yang tidak memiliki kereta berkecepatan tinggi,”

Baca Juga: Meski Diidamkan, Hadirnya Kereta Cepat di Australia Belum Dipandang Ideal

Hadirnya jaringan kereta berkecepatan tinggi seolah sudah menjadi penanda kedigdayaan suatu negara atau benua. Daya angkut yang relatif banyak dan dikombinasikan dengan kecepatan yang melebihi kereta konvensional membuat kereta cepat seolah menjelma menjadi primadona baru di sektor transportasi darat.

Akademisi dari University of Wollongong, Philip Laird pernah menghitung bahwa ada kurang lebih US$125 juta atau yang setara dengan Rp1,8 triliun yang telah dihabiskan untuk studi pengadaan kereta api berkecepatan tinggi, tetapi tidak ada satu kilometer pun koridor yang tersedia hingga saat ini.

“Jaringan kereta api berkecepatan tinggi kerap kali masuk ke dalam wacana, namun hingga saat ini hanyalah sekedar wacana saja,” tutur Philip.

Tidak adanya tindakan yang benar-benar serius untuk mengadakan jaringan kereta api berkecepatan tinggi menjadi salah satu batu sandungan terbesar bagi Australia – kendati kondisi belakangan ini sudah semakin mendesak otoritas setempat untuk menghadirkan moda transportasi baru ini. Kemacetan yang semakin parah, yang berjalan seiring dengan meningkatnya polusi udara di sana menjadi faktor pendorong pengadaan kereta cepat di garda paling depan.

Pun dengan jalur lalu lintas udara yang belakangan ini mencetuskan satu fakta mencengangkan baru – penerbangan dari Sydney menuju Melbourne menjadi rute udara domestik tersibuk kedua di dunia, dengan 54.519 penerbangan dalam setahun. Mau tidak mau, otoritas harus sesegera mungkin untuk menaruh fokus lebih di pengadaan jaringan kereta cepat.

Beragam polemik yang menyelimuti pengadaan jaringan kereta cepat ini agaknya terlalu panjang untuk dirunut dari awal – mulai dari peranan pihak swasta, hingga hibah sejumlah dana yang hingga kini tidak jelas juntrungannya.

Baca Juga: PM Australia Canangkan Hyperloop untuk Rute Sydney-Melbourne

Jika Negara Kangguru ini masih enggan untuk serius dalam pengadaan jaringan kereta berkecepatan tinggi, setidaknya ada upaya lain yang masih bisa mereka dalihkan sebagai pengganti – peningkatan kualitas secara keseluruhan pada jaringan kereta konvensional.

Philip mengatakan, bisa saja Australia mengikuti jejak negara lain yang juga tidak memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi, “dan perlahan meningkatkan kualitasnya satu per satu,”

Kualitas yang dimaksudkan di sini adalah dari segi kecepatan moda, kenyamanan dan daya angkut penumpang, hingga kereta baru yang dapat mengular di jaringan yang sebelumnya sudah tersedia.

 

Leave a Reply