Awas Culture Shock, Berikut 7 Panduan Naik Kereta di Jepang

0
Ilustrasi kepadatan kereta namun tetap disiplin di Jepang

Jepang dikenal dengan budaya perkeretaapiannya yang kental. Sistem perkeretaapian di sana sudah sangat mapan karena berpengalaman sejak ratusan tahun lalu. Tercatat, Jepang sudah membangun sistem kereta api sejak lokomotif uap memulai debutnya di Jepang selama Restorasi Meiji pada tahun 1872.

Baca juga: Jangan Lupakan Beberapa Hal Penting ini Ketika Naik Kereta di Jepang

Bagi warga Jepang, kendati begitu banyak moda transportasi berbasis rel, namun, hal itu tak terlalu rumit untuk dijangkau karena sudah terbiasa. Namun, bagi wisatawan apalagi dari negara-negara yang tak terbiasa dengan kereta, itu bisa jadi sangat horor.

Eiitss, jangan takut, kami punya tips dan panduan naik kereta di Jepang untuk Anda. Dikutip dari afar.com, berikut selengkapnya.

1. Perlu beli Japan Rail Pass?

Japan Rail Pass bisa dibilang adalah sejenis kartu khusus untuk wisatawan internasional agar bisa naik kereta tanpa perlu berkali-kali top-up. Selama masa aktif belum habis, kartu ini bisa digunakan secara unlimited.

Harga JR Rail Pass disesuaikan setiap tahun, tetapi pada April 2021, tiket kereta untuk satu minggu dibanderol sekitar 29.650 yen atau US$268 untuk kelas ekonomi dan 39.600 yen atau US$358 untuk Green Car atau first class.

Calon pengguna bisa memesan via online atau langsung di empat bandara dan 11 stasiun kereta terbesar. JR Rail Pass bisa untuk seluruh jenis kereta Shinkansen, kecuali kereta Nozomi dan Mizuho, yang merupakan kereta tercepat yang beroperasi di jalur Tōkaidō dan San-yo.

2. Cara dapatkan tiket kereta bawah tanah Jepang

JR Rail Pass hanya untuk kereta di atas permukaan, tidak demikian untuk kereta bawah tanah. Wisatawan bisa membeli SUICA atau IC di KiosK yang tersedia di banyak titik. Harganya sendiri sekitar 500 yen atau US$4,50. Agar lebih aman, baiknya membeli IC sebesar 2.000 yen US$20.

3. Kapan memilih naik kereta atau tidak

Warga Jepang sangat lekat dengan kereta api. Jadi, hindari naik kereta di jam-jam sibuk berangkat dan pulang kantor, seperti jam 8 pagi sampai jam 9 pagi dan jam 5 sore sampai jam 7 malam di hari kerja.

4. Cara temukan peta dan jadwal kereta di Jepang

Wisatawan bisa menunduh apliasi HyperDia yang berbahasa Inggris. Di sini, seluruh jadwal seluruh kereta di Jepang.

5. Cara naik kereta Shinkansen

Wisatawan mancanegara bisa mengunduh aplikasi SmartEX yang diluncurkan pada tahun 2017 dalam format bahasa Inggris. Di aplikasi ini juga tertera jadwal kereta cepat Jepang secara lengkap.

6. Bagaimana cara memesan kursi khusus di Shinkansen?

Bagi pemegang JR Rail Pass, pemesanan kursi gratis dan bisa dilakukan di loket-loket JR Railways atau melalui aplikasi. Di luar itu, berbayar.

Baca juga: Cek Fakta, Kereta Shinkansen Melesat 4.800 Km per Jam, Jakarta-Surabaya Cuma 15 Menit!

7. Etiket naik kereta di Jepang

Jepang kaya akan budaya, termasuk di kereta. Karenanya, wisatawan kerap mengalami culture shock atau perbedaan budaya yang memberatkan wisawatan, tetapi, mau tak mau harus ditaati.

Di kereta, orang Jepang jarang membawa koper besar karena tidak ada rak bagasi. Kemudian, sepenuh apapun kondisinya, antrean tetap rapih dan wajib disiplin saat di barisan. Tidak berisik, baik ngobrol langsung atau via telepon, maupun nada dering ponsel. Tidak makan dan minum serta menggunakan masker di era pandemi Corona.

Leave a Reply