Ngeri, Pesawat Boeing 787 Maskapai El Al Israel Dikawal Jet Tempur, Takut Dirudal?

0
Penerbangan bersejarah Israel-Uni Emirat Arab (UEA). Foto: Getty Images via Simple Flying

Belum lama ini, pesawat Boeing 787-9 EL AL, sampai dikawal jet tempur saat melintasi langit Spanyol, Italia, Yunani, Siprus, dan Israel. Beberapa wilayah tersebut, terutama wilayah Siprus, Yunani, dan Israel, memang tengah diliputi konflik regional serta mengundang patroli jet tempur dan kapal perang secara massif. Mungkinkan itu ada hubungannya dengan pengawalan ini?

Baca juga: Di Balik Penerbangan Bersejarah ke Uni Emirat Arab, Boeing 737 El Al 971 Israel Dibekali Sistem Anti Rudal

Kronologi pesawat komersial maskapai penerbangan asal Israel berusia 2,5 tahun, dengan nomor registrasi 4X-EDH, itu dikawal jet tempur NATO bermula saat pesawat lepas landas dari Bandara Internasional John F.Kennedy New York, AS ke Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel.

Saat melintasi wilayah utara Spanyol, pilot melapor ke petugas ATC bahwa ada benda mencurigakan di dalam pesawat. Itu diduga sebagai bom. Setelah laporan diterima dan diteruskan ke NATO, ini kemudian dianggap sebagai sebuah ancaman serius. NATO pun merespon laporan itu dengan mengirim jet tempur saat pesawat melintasi beberapa wilayah di Mediterania.

Ketika Dreamliner El Al melintasi wilayah perbatasan Spanyol-Italia, jet tempur Italia mengambil tugas pengawalan. Tugas itu kemudian diserahkan ke jet tempur Fighting Falcon General Dynamics F-16 Yunani, yang berbasis di Araxos dan Kasteli, untuk dilanjutkan oleh jet tempur Israel yang sudah menunggu di ruang udara Siprus.

Dari Siprus, keduanya meluncur dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel. Pesawat mendarat kurang lebih empat jam setelah laporan adanya bom diterima.

Usai mendarat, laporan FlightRadar24 yang dikutip Sam Chui, pesawat tetap berada di bandara tersebut selama 24 jam. Tak disebutkan dengan jelas bagaimana hasil investigasi dugaan bom di pesawat itu. Selanjutnya, siapa penumpang pesawat tersebut juga tak diberi tahu lebih jelas, entah terdapat pejabat tinggi antar kedua negara, atau hanya penumpang sipil.

Terlepas dari kasus dugaan bom di pesawat komersial sampai akhirnya dikawal jet tempur NATO, sebetulnya, pesawat-pesawat maskapai El Al sudah dilengkapi dengan sistem anti-rudal C-Music yang menjadikannya sebagai maskapai komersial pertama dan satu-satunya di dunia yang dilengkapi sistem pertahanan udara (anti-rudal).

Dengan disematkannya sistem rudal tersebut, El Al juga berhasil menyandang gelar sebagai maskapai teraman di dunia.

El Al pertama kali menyematkan sistem anti-rudal di pesawat-pesawat komersial mereka pada September tahun lalu.

Baca juga: Kucurkan Rp2,2 Triliun, Mahasiswa 27 Tahun Jadi Pemilik Baru Maskapai El Al

Ketika itu, untuk pertama kalinya Arab Saudi sejak beberapa tahun membuka ruang udaranya untuk penerbangan komersial Israel. Pesawat El Al terbang dari Tel Aviv ke Abu Dhabi membawa delegasi AS dan Israel. Sebelumnya, pesawat komersial Israel harus memutari langit Arab Saudi dalam penerbangan yang sama.

Disebutkan, delegasi AS dan Israel yang ada dalam penerbangan bersejarah El Al 971 bukanlah sembarang orang, mulai dari agen rahasia Amerika Serikat (AS) dan Mossad Israel, pejabat tinggi Israel mewakili Perdana Menteri Netanyahu, sampai mantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, yang secara resmi menjabat sebagai penasehat khusus Timur Tengah bagi pemerintah AS.

Leave a Reply