Baidu Luncurkan Apollo RoboTaxi, Taksi Otonom Berbayar Pertama di Cina

0
Apollo RoboTaxi, taksi otonom dengan level tertinggi level 5 muali beroperasi di Changsha, ibu kota provinsi Hunan, Cina Tengah. Foto: AFP

Raksasa teknologi asal Cina, Baidu, mulai mengoperasikan Apollo RoboTaxi, taksi otonom dengan level tertinggi atau level 5, secara komersial pertama di Negeri Panda. Itu dilakukan di sekitar Taman Shougang Beijing, seperti pusat olahraga, perbelanjaan, kantor, cafe, dan hotel, yang kelak menjadi lokasi gelaran Olimpiade Musim Dingin 2022.

Baca juga: Lampaui AS, Cina Mulai Operasikan Taksi Otonom Level Tertinggi, Apollo RoboTaxi

Pengoperasian Apollo RoboTaxi di Beijing bukan dilakukan dengan tergesa-gesa. Sejak September tahun lalu, kelompok pertama dari 45 taksi otonom secara resmi memulai operasi uji coba di jalan-jalan perkotaan. Itu juga kelompok armada taksi otonom pertama di Cina yang dikelola oleh sistem Baidu’s Vehicle to Everything (V2X).

Diharapkan, kota-kota lainnya di seluruh Cina bisa segera mendapat layanan serupa, dimulai dengan uji coba secara massif.

Dilansir New Atlas, sejak uji coba tahun lalu, Apollo RoboTaxi, yang beroperasi tanpa “petugas keamanan” atau sopir cadangan, yang siap untuk mengambil alih kendali manual jika terjadi keadaan darurat, sesuai dengan peraturan lalu lintas saat ini, telah melahap uji coba sejauh 10 juta km.

Bagi penumpang, cara memesan layanan apa yang disebut sebagai 5G Remote Driving Service besutan Baidu ini juga mudah. Calon pengguna atau penumpang mengunduh aplikasi Apollo Go, memindai kode QR untuk verifikasi data, dan membuka pintu Apollo RoboTaxi. Jangan coba-coba membukanya tanpa memindai kode QR via aplikasi yang sudah ditunjuk. Sebab, sudah pasti gagal.

Aplikasi Apollo Go untuk memesan RoboTaxi Baidu. Foto: Baidu via New Atlas

Setelah masuk ke dalam Apollo RoboTaxi, penumpang cukup menekan tombol “jalan” pada aplikasi, dengan catatan, pintu sudah kembali ditutup dan sudah mengenakan seatbelt. Mobil tidak akan memulai perjalanan saat pintu masih terbuka atau belum tertutup sempurna dan penumpang belum menggunakan seatbelt.

Kendati tidak ada driver atau sopir cadangan yang siap mengambil kendali, RoboTaxi tetap bisa dikendalikan oleh petugas di pusat kontrol saat terjadi keadaan darurat.

Uji coba untuk kendaraan otonom tersedia di lebih dari 20 provinsi dan kota di Cina, dan enam kota – Beijing, Shanghai, Guangzhou, Changsha, Wuhan dan Cangzhou – telah memungkinkan tes pengangkutan penumpang pada kendaraan otonom. Itu karena, wilayah-wilayah tersebut telah didukung berbagai hal yang diperlukan untuk memulai taksi otonom level 5, utamanya marka jalan, kamera, dan instalasi 5G.

Selain taksi otonom Apollo RoboTaxi by Baidu, Cina juga punya raksasa ride-sharing, DiDi Chuxing, perusahaan lain yang juga sudah mulai mengoperasikan taksi otonom listrik. Meskipun uji coba baru dimulai pada Juni lalu, warga kota sudah sangat antusias mencoba layanan ini. Antrean panjang pun tak terelakkan.

Baca juga: AutoX Luncurkan Taksi Tanpa Pengemudi di Shenzhen

Namun demikian, taksi otonom DiDi Chuxing masih belum bisa berjalan dengan mulus. Di beberapa kondisi, driver AI melakukan pengereman dengan kasar dan membuat penumpang sampai terhuyung ke depan.

Meskipun dua perusahaan, ditambah beberapa perusahaan lain seperti SAIC Motor, DeepBlue Technology, dan AutoX by Alibaba, sudah mulai mengoperasikan taksi otonom, beberapa pendapat menyebut, untuk memulai pengoperasian secara massif di Cina, setidaknya butuh dua sampai tiga tahun untuk menyesuaikan taksi otonom dengan teknologi yang lebih mapan.

Leave a Reply