Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan

Bandara internasional Dubai

Masih ingat per 14 Juli 2017 lalu, ada kabar menarik dari Yogyakarta, yakni Bandara Adisutjipto untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan. Namun, ternyata tak hanya di Indonesia, bandara di luar negeri pun juga ada yang memakai bahasa Jawa untuk pemberitahuan penerbangan, seperti yang dilakukan otoritas Bandara di Dubai, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

Mungkin dengan latar banyaknya penumpang yang berasal dari suku Jawa, menjadikan bahasa ini yang dipilih sebagai media pemberitahuan di bandara yang disebut sebagai bandara tersibuk di dunia tersebut. Bahasa Jawa yang terdengar di bandara internasional Dubai ini membuat banyak penumpang keheranan dan beberapa penumpang asal Indonesia tertawa saat mendengarnya, dan kebanyakan penumpang asal Indonesia senang dengan ‘bahasa baru’ ini. KabarPenumpang.com melansir bbc.com (4/8/2017), penggunaan bahasa Jawa ini memiliki alasan agar penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris dan Arab lebih mudah saat akan naik ke pesawat.

Hal ini menjadi sangat menarik untuk didengar, apalagi bandara Dubai yang menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia dan salah satu tujuan transit maskapai-maskapai dari berbagai negara. Bahasa Jawa yang digunakan pun adalah bahasa Jawa halus.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Kala itu, informasi penerbangan dengan bahasa Jawa tersebut terdengar untuk panggilan penerbangan EK 358 rute dari Dubai menuju Jakarta. “Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade…,” bunyi pemberitahuan tersebut. Yang artinya ‘permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan….’

Divisional Vice President dari Emirates, Walter Ringgans menjelaskan, bahwa penumpang di bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Arab bisa lebih nyaman. “Bersama dengan pihak bandara pun kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yag bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang,” ujarnya.

Baca juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan

Dengan adanya bahasa Jawa ini, juga sangat membantu mempercepat proses naik pesawat (boarding time). Salah seorang penumpang yang sedang transit di bandara Dubai, yakni Wahyu Pratomo sempat mengabadikan pemberitahuan tersebut dengan video yang diunggah di YouTube. Diriya tersenyum dan tertawa saat mendengar pengumuman dengan bahasa Jawa tersebut. Video tersebut juga diunggah Wahyu di akun Instagram pribadinya.