Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia

Sumber: GrabSingapore

Grab, mobile platform online to offline (O2O), kemarin meluncurkan Grab Ventures di Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan dari inovasi terbaru perusahaan. Pada peluncurannya ini, investasi yang diberikan senilai Rp3 triliun untuk startup di Indonesia.

Baca juga: Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

Hadirnya Grab Venture sendiri untuk membantu startup-startup di Indonesia untuk tumbuh lebih cepat di tingkat nasional dan Asia Tenggara dengan menyediakan dukungan menyeluruh termasuk akses pada pasar, mentorship, keahlian teknologi dan investasi strategis. Grab Venture sendiri merupakan inisiatif terbaru dari Master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ untuk mendukung target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 mendatang.

Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up). Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan smartphone, Indonesia mampu dan dapat menjadi perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.

“Indonesia telah menjadi rumah bagi sejumlah unicorn bidang teknologi, dan kami percaya bahwa Indonesia bisa mencetak lebih banyak pemimpin di bidang teknologi berskala regional bahkan global. Kominfo sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G20, inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan best practice dan referensi bagi perusahaan digital Indonesia. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan digital Indonesia pun perlu memiliki aspirasi besar seperti Grab, dan karena itulah saya menghargai komitmen Grab untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan lokal untuk berekspansi secara nasional maupun regional,” jelas Rudiantara yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (29/8/2018).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf juga mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini ingin menciptakan ekosistem yang solid untuk mendorong keberhasilan startup. Sehingga BEKRAF berkomitmen untuk menjadi jembatan hubungan startup, investor, mentor dan materi pelatihan.

“Kami senang bisa bermitra dengan Grab yang menyediakan keahlian, jaringan regional dan platform-nya untuk memperkuat komunitas startup di Indonesia,” ujar Triawan.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia mengatakan, sejak Grab 4 Indonesia diluncurkan pada 2017, pihaknya yakin bahwa kesuksesan Indonesia akan tercermin dengan kesuksesan Grab semakin menguat. Inilah alasan utama mereka terus berinvestasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu, kami telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan di bidang teknologi dan memberdayakan lebih dari 5 juta pengusaha mikro. Pada saat yang bersamaan, Grab telah menetapkan dirinya sebagai startup terdepan di Indonesia. Di sektor ride-hailing, saat ini pangsa pasar kami telah mencapai 65 persen. Kini kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Peluncuran Grab Ventures di Indonesia menyusul peluncurannya secara regional bulan Juni lalu di Singapura. Program ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemimpin teknologi generasi berikutnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi dan digitalisasi. Grab akan bermitra atau berinvestasi di perusahaan rintisan yang ingin menjawab tantangan di bidang mobilitas, makanan, logistik, fintech, dan tantangan lainnya di bidang O2O.