Banyak Masinis Sakit dan Efek Gelombang Panas, Kereta Komuter Sydney Menghadapi Masalah

Antrian Penumpang di Central Station. Sumber: news.com.au

Pembatalan pemberangkatan moda transportasi memang bisa menimpa kapan saja, di mana saja, dan dengan beragam alasan yang melatarbelakanginya. Untuk sebagian alasan seperti human error, tentu saja hal tersebut akan mengundang respon negatif dari para penggunanya yang merasa sudah dirugikan dari segi waktu. Hal ini pula yang terjadi di Sydney, Australia beberapa waktu yang lalu, dimana sistem kereta komuter di sana mengalami masalah yang berdampak pada penundaan hingga pembatalan sejumlah armadanya.

Baca juga: Sydney Central, Eksotisme Stasiun Tua Diantara Deru Penumpang Metropolitan

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (10/1/2018), Menteri NSW (New South Wales) Transport, Andrew Constance sampai-sampai mengutarakan permohonan maafnya secara langsung kepada para penumpang yang menjadi korban penundaan dan pembatalan sejumlah armada komuter di Sydney pada Selasa (9/1/2018) kemarin. Andrew mengatakan bahwa insiden ini dilatarbelakangi oleh kerusakan sejumlah elemen akibat gelombang panas hingga kinerja masinis yang kurang baik. Namun pihaknya enggan untuk melakukan refund kepada para penumpang.

Sebagaimana diketahui, wilayah Sydney dalam beberapa hari belakangan tengah mengalami gelombang panas ekstrem, suhu di kota terbesar di Australia tersebut mencapai di atas 40 derajat celcius. Dalam beberapa kasus kondisi tersebut kerap menimbulkan kebakaran hutan.

Antrian Penumpang di Central Station. Sumber: news.com.au

Tidak berhenti sampai di situ, penundaan dan pembatalan keberangkatan sejumlah kereta ini terjadi pada pagi hari (peak hours), dimana penumpang sedang berada di puncak kepadatan. Diantara semua jalur yang terkena dampak penundaan dan pembatalan keberangkatan ini, North Shore Line merupakan yang terparah karena terdapat lima layanan sekaligus yang dibatalkan. Walhasil, ribuan calon penumpang terdampar tanpa kejelasan nasib.

Tidak hanya di North Shore Line, penumpukkan penumpang juga terlihat di Central Station Sydney. Tidak adanya kejelasan tentang penundaan dan pembatalan layanan tersebut tak pelak membuat para calon penumpang geram. Menurut laman sumber, salah satu penumpang yang terjebak dalam situasi ‘shambolic’ tersebut mengatakan bahwa dirinya tengah mengejar penerbangan menuju bandara. “Padahal saya sudah meluangkan waktu dua jam lebih awal dari jadwal penerbangan. Namun kini saya masih terjebak di sini dan saya mulai panik,” tutur seorang penumpang bernama Jess Floyd.

Lain cerita dengan yang dirasakan oleh Nerina Shroff Dari Hornsby. On Time Performance (OTP) yang selalu didahulukan oleh perkeretaapian Australia kini seolah berbanding terbalik sehingga pemandangan ‘langka’ seperti ini pun terjadi di banyak stasiun. “Saya tidak pernah melihat penumpukkan penumpang se-gila ini sebelumnya di Central Station,” papar Nerina.

Baca Juga: AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

Sebagai langkah antisipasi, pihak Sydney Train dan NSW TrainLink menghimbau kepada para calon penumpang melalui jejaring sosial Twitter untuk menggunakan layanan bus untuk sementara waktu, hingga sistem perkeretaapian di sana sudah benar-benar pulih dan siap beroperasi.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Kereta Api Sydney, Howard Collins mengatakan pembatalan sejumlah layanan tersebut dikarenakan kekurangan masinsis. “Sekitar 65 hingga 75 masinis yang sedang sakit. Disinyalir karena mereka bekerja terlalu keras selama periode Natal kemarin,” ungkap Howard membela diri. “Kami akan merekrut lebih banyak masinis agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang,” imbuhnya.