Banyak Sambungan, Inilah Beragam Tools Yang Mengaitkan Antar Gerbong Kereta

0
sumber: wikipedia

Pernahkah terlintas di benak Anda bagaimana satu rangkaian kereta api bisa saling terhubung satu sama lain? Atau ketika lokomotif melakukan pengereman, gerbong-gerbong yang ditariknya tidak  pernah menyundul bagian depannya? Tentu semuanya telah diperhitungkan secara matang dan digabungkan dengan penggunaan alat yang mumpuni. Nah, kira-kira apa saja ya peralatan yang ada di sambungan kereta?

Baca Juga: Ada Palu Pemecah Kaca di Kendaraan Umum, Tahukah Cara Menggunakannya?

Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah alat yang dapat Anda temukan di sambungan kereta, dihimpun dari sejumlah sumber.

Alat Tolak-Tarik

automatic coupler

Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi sebagai alat tarik pada saat rangkaian kereta api ditarik lokomotif, dan berfungsi sebagai alat tolak pada saat kereta atau gerbong didorong oleh lokomotif. Nah, alat tolak-tarik ini sendiri memiliki dua varian, yaitu bercelah dan tanpa celah. Salah satu alat tolak-tarik yang pernah digunakan oleh perkeretaapian Indonesia adalah ganco.

Ganco merupakan alat tolak-tarik bercelah berbahan baja yang dibuat oleh Balai Yasa. Namun, kehandalan dari alat ini relatif rendah mengingat banyaknya kasus rangkaian yang putus. Biasanya, rangkaian terputus karena beban yang ditarik terlalu berat padahal jarak antar gerbong tidaklah terlalu jauh (tidak tegang).

Seiring berkembangnya teknologi, banyak kereta di Indonesia yang kini menggunakan Automatic Coupler, dimana proses penyambungan dua gerbong hanya dilakukan dengan cara menempelkan ujung gerbong dengan gerbong lainnya, dan sambungan telah terjadi. Guna mencegah benturan keras yang terjadi antara dua gerbong, ditambahkan bantalan khusus yang terbuat dari karet pada bagian belakang Automatic Coupler. Gesekan yang terjadi antara dua gerbong ini lama kelamaan akan menggerus bantalan tersebut dan diperlukan bantalan baru untuk menunjang kenyamanan penumpang.

Rantai Pengaman

Rantai Pengaman

Jika ada rangkaian yang terputus, maka rantai pengaman berperan sebagai alat keselamatan tambahan. Rantai ini banyak dijumpai pada gerbong yang masih menggunakan alat tolak-tarik ganco. Namun karena kereta api pada saat ini telah banyak menggunakan Automatic Coupler, maka kehadiran rantai pengaman pun sudah semakin jarang ditemui.

Sambungan Pengereman

Rantai Pengaman


Alat pengereman pada kereta ini harus tersambung dengan baik, mulai dari lokomotif hingga gerbong terakhir pada rangkaian. Sambungan ini terbuat dari karet yang pada bagian ujungnya terbuat dari besi, agar memaksimalkan daya sambung pada gerbang selanjutnya. Guna memaksimalkan performa sistem pengereman, sambungan-sambungan ini harus kedap udara.

Baca Juga: Ibarat “Sedia Payung Sebelum Hujan,” Jangan Sepelekan Kotak P3K di Kendaraan

Sambungan Listrik
Setiap gerbong membutuhkan tenaga listrik untuk menghidupkan kipas, lampu, dan lain-lain.  Untuk mencegah kejadian konslet, maka panel listrik yang terdapat di ujung gerbong dilindungi oleh sebuah box, alih-alih terkena air hujan atau gangguan lain yang memungkinkan terjadinya konslet.

Leave a Reply