Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi Publik

Rata-rata negara di Eropa sudah menerapkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Dan salah satu imbas penerapan IoT adalah konvergensi dari jaringan seluler ke WiFi public, dan turunan dari implementasi WiFi public yakni adopsinya pada moda transportasi, khususnya di kota-kota besar. Aptilo Networks bahkan menyebut hadirnya IoT akan memurunkan hingga 30 persen jalur data selular ke WiFi.

Update terbaru WiFi public pada bidang transportasi dilakukan Hitachi Insight Group yang kini tengah membangun jaringan IoT di Kopenhagen, Denmark dalam membantu warga untuk melacak keberadaan moda transportasi dan cara mereka menggunakan berbagai moda transportasi di kota tersebut. Sampai saat ini, Spanyol dan Perancis telah memiliki jaringan IoT yang menjangkau seluruh negara dengan teknologi tinggi berdaya rendah, sedangkan di Republik Ceko dan Finlandia dilengkapi sistem yang lebih cerdas.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Pemerintah kota Barcelona di Spanyol bekerjasama dengan Aptilo Networks melakukan inovasi baru, wujudnya berupa penyebaran WiFi di Barcelona akan menjadi yang paling besar di semua negara Eropa lainnnya. Dilansir dari rtinsights.com, jaringan WiFi yang dimiliki Barcelona baru saja diperluas hingga mencakuo  1.003 armada bus. Selain itu, jaringan WiFi ini juga mencakup sebagian besar Kota Barcelona lebih dari 1.100 poin akses di lokasi utama dan bisa lagsung dirasakan oleh pengguna angkutan umum.

Aptilo Networks yang menangani Aptilo Service Managment Platform (SMP) akan memberikan layanan data selular kelas bawah untuk jaringan WiFi. CEO Aptilo Networks Paul Mikkelsen, jaringan WiFi di Barcelona harus bisa menjangkau 1,6 juta warganya dan 7,5 juta turis yang berkunjung setiap tahunnya. Adanya hal ini, bisa menciptakan masalah pada bandwith apalagi saaat penggunaan tertinggi.

Sayangnya WiFi yang disediakan di Pemkot Barcelona penggunaannya dibatasi maksimal 256 Kbps di lokasi outdoor dan sesuai dengan aturan dari pemerintah. Ini artinya kualitas koneksi internet serupa dengan teknologi 2.5G (GPRS/EDGE). Meski begitu tak semua serba dibatasi hanya 256 Kbps, bila Anda turis yang berkunjung museum atau perpustakaan, maka koneksi WiFi akan ditingkatka.

Untuk menggunakan WFi public di Barcelona, pengguna bisa mendaftar untuk penggunaan jaringan melalui portal web. Kemudian, akses akan langsung terhubung secaraa otomatis ke hotspot WiFi yang ada di Barcelona.

Aptilo SMP menggunakan otentikasi berbasis kartu SIM pada smartphone, sebab otentikasi SIM ini harus menggunakan enkripsi dalam pengiriman atau penerimaan data. Aptilo mengklaim jaringan WiFi-nya seaman jaringan mobile, sehingga hal ini bisa mengurangi kekhawatiran umum dalam menghubungkan WiFi umum dan soulusi umum.

Salah satu kunci untuk berhasil membongkar data seluler adalah memastikan pengalaman pengguna yang mulus yang juga mempertahankan tingkat keamanan tertentu. Aptilo mengklaim bahwa “beberapa pelanggan kami telah menggunakan platform kami untuk komunikasi M2M jauh sebelum istilah IoT ditemukan,” jadi akan menarik untuk melihat apakah Dewan Kota Barcelona memutuskan untuk mendukung lebih banyak sumber daya “kota pintar” – seperti lampu jalan atau lalu lintas Lampu-ke jaringan WiFi yang baru dikembangkan sebagai platform IoT ad-hoc.