Beroperasi Q1 2018, Kereta Bandara Minangkabau Adopsi Kereta Rel Diesel Listrik

Foto: Antara

Pertama kali adanya kereta bandara yakni di Bandara Internasional Kualanamu dan saat ini yang kedua sudah mulai berjalan pengoperasiannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dan tak lama lagi, kereta bandara ketiga akan meluncur di Provinsi Sumatera Barat, yakni Kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Baca juga: Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

Kereta bandara Minangkabau sendiri akan mulai beroperasi 2018 ini. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa nantinya saat beroperasi, satu rangkaian kereta bandara ini akan mampu mengangkut sekitar 348 penumpang.

Diketahui, satu train set kereta bandara ini sendiri terdiri dari empat gerbong. PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini sudah memesan tiga train set dari PT Industri Kereta Api (INKA). Kereta Bandara Internasional Mingangkabau ini sendiri akan berbeda dengan kereta bandara lainya. Sebab, BIM bisa menampung penumpang baik berdiri maupun duduk, sehingga daya angkutnya lebih besar dari kereta lainnya.

Vice President Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin mengatakan, kereta yang dipesan dari PT INKA adalah Kereta Rel Diesel Listrik. Namun, kereta ini akan berbeda dengan milik bandara Soetta yang menggunakan Listrik Aliran Atas atau LAA. “Ini Kereta Rel Diesel Listrik, serupa dengan kereta di Bandara Kualanamu,” ujar Agus.

Namun sebelum resmi beroperasi kereta ini akan diuji coba terlebih dahulu yang akan dilakukan pada Februari 2018, setelah satu train set dari INKA datang. Dua train set lainnya akan hadir di jalur BIM Maret 2018.

Uji coba kereta ini akan dilakukan bersama dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan sertifikat layak operasi. Sehingga kemudian bisa dioperasikan massal secepatnya setelah Februari 2018.

Ada beberapa hal yang akan di lakukan pada uji coba yakni kecepatan, getaran dan keamanan dalam pengoperasiannya. “Karena sarana baru harus diuji juga kecepatan berapa, getarannya seperti apa, pada kecepatan berapa. Nanti sarananya layak disertifikasi Ditjen KA atau Kementerian Perhubungan, kita bisa operasi ya operasi,” tutur Agus.

Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Total Angggaran APBN untuk program pembangunan BIM mencapai Rp300 miliar. Jalur KA BIM membentang sepanjang 22 km’sp (empat stasiun) dari Stasiun Padang hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Melintasi 18,1 km’sp jalur KA eksisting antara Stasiun Padang–Stasiun Tabing–Stasiun Duku dan 3,9 km’sp jalur KA baru antara Stasiun Duku–Stasiun BIM.