Tuesday, April 16, 2024
HomeHot NewsBiar Tak Kelelahan dan Aman, Begini 4 Aturan Kerja FAA Bagi Pilot

Biar Tak Kelelahan dan Aman, Begini 4 Aturan Kerja FAA Bagi Pilot

Meski sudah banyak dibantu teknologi canggih di pesawat, pilot tetap saja rawan mengalami kelelahan. Karenanya, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah merancang sejumlah aturan untuk mencegah terjadinya fatigue pilot.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Setidaknya ada empat aturan yang dikeluarkan FAA. Aturan-aturan tersebut, seperti dikutip dari work.chron.com, berlaku untuk semua penerbangan, baik internasional maupun domestik, dan fokus pada istirahat, waktu istirahat, dan membatasi waktu yang dihabiskan di udara.

1. Flight Time Limitations

FAA mendefinisikan waktu penerbangan sebagai periode dimana pesawat mempunyai kekuatan dan cukup mampu untuk bergerak. Jadi, tidak terbatas pada saat meluncur di runway dan cruising di udara saja, melainkan berbagai proses sebelum dan setelah itu, seperti taxiing, deicing, dan waiting time di apron. Selama itu (taxiing, deicing, dan waiting time di apron) menyalakan mesin, maka itu disebut waktu penerbangan.

Flight time limitations atau batasan waktu penerbangan pilot -jika hanya ada satu pilot dalam sebuah penerbangan- adalah sembilan jam. Jika ada tiga pilot dalam satu penerbangan itu diperpanjang jadi 13 jam. Empat pilot lebih panjang lagi jadi 17 jam.

2. Flight Duty Limitations

Berbeda dengan waktu penerbangan, tugas penerbangan dimulai saat pilot melapor persiapan sebuah penerbangan sampai pesawat terparkir rapi di apron pada penerbangan terakhirnya.

Baca juga: (2) Hidup Bak ‘Sultan,’ Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Di luar itu, selama pilot memiliki waktu istirahat yang cukup sesuai standar FAA, maka, berbagai aktivitas non-terbang seperti stand by di bandara, pelatihan, terbang sebagai penumpang untuk mengambil sebuah penerbangan di bandara lain dihitung sebagai tugas penerbangan.

Flight duty limitation atau batasan tugas penerbangan didasarkan pada waktu penerbangan pertama di hari tersebut, jumlah pilot (kru kokpit) dalam sebuah penerbangan, number of legs on the flight, dan jenis fasilitas istirahat yang tersedia di pesawat.

Bagi single kokpit atau penerbangan satu pilot, batas tugas penerbangan berkisar sembilan sampai 14 jam. Lebih dari itu, flight duty limitation antara 13 sampai 19 jam.

3. Rest Periods

Rest periods atau waktu istirahat harus setidaknya 10 jam setiap habis melaksanakan tugas penerbangan. Dari 10 jam, delapan jam di antaranya harus digunakan untuk tidur.

Waktu istirahat dimulai saat pilot bebas dari tugas dan berakhir saat pilot melapor untuk sebuah penerbangan. Aturan ini juga termasuk mengharuskan maskapai untuk memastikan pilot bebas dari tugas apapun selama minimal 30 jam berturut-turut per pekan.

Baca juga: Saat Pesawat ‘Terpaksa’ Return to Base dan Divert Landing, Pilot Harus Penuhi Empat Syarat Ini

4. Cumulative Limitations

Cumulative limitations atau batasan kumulatif adalah aturan membatasi pilot maksimal hingga 60 jam tugas penerbangan per pekan atau 168 jam berturut-turut. Dalam periode 28 hari berturut-turut, seorang pilot tidak diperbolehkan melebihi 290 jam dan diizinkan di bawah 100 jam (terhitung sebagai waktu penerbangan).

Di bawah Code of Federal Regulations FAA, selama 365 hari berturut-turut, pilot tidak boleh melebihi 1.400 jam waktu penerbangan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru