Blokir Jalur Kereta, Petani di India Beri Penumpang Teh

0

Bagaimana jika Anda dalam perjalanan sebuah kereta tetapi berhenti karena para petani protes dan memblokir perjalanan tersebut? Pasti rasanya tidak nyaman dan ingin cepat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Ribuan Warga Turin Unjuk Rasa Dukung Hadirnya Kereta Berkecepatan Tinggi ke Lyon

Hal ini pun dirasakan oleh penumpang kereta api yang melintas di Bharat Bandh. Di mana para petani melakukan penutupan total jalur kereta api sebagai protes mereka.

KabarPenumpang.com melansir laman hindustantimes.com (27/9/2021), para petani ini menghentikan perjalanan kereta api dari Bathinda menuju ke Delhi di Stasiun Tapa. Meski menghentikan kereta itu, para petani tidak tinggal diam, mereka membagikan teh kepada penumpang.

Selain itu memberitahukan penutupan dilakukan karena tuntutan para petani yang tak didengar pemerintah. Seorang penumpang bernama Usha mengatakan bahwa dia harus mengunjungi Ambala dari Bathinda dan kereta dijadwalkan tiba pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Namun karena terhenti di tengah jalan itu, dirinya dan penumpang lain terhambat perjalanannya.

“Saya memesan tiket secara online, tetapi departemen tidak memberitahukan kepada kami tentang kemungkinan petani melakukan pemblokiran jalur. Bahkan kereta akan kembali ke Bathinda,” jelas Usha.

Penumpang lain mengatakan, masalah ini pemerintah harus bertanggung jawab. Jika pemerintah mau menerima tuntutan petani, penumpang kereta tidak akan merasakan situasi itu.

Seorang pengunjuk rasa Sikander Singh mengatakan, bahwa pemerintah Modi kejam dan tidak peka terhadap petani.

“Petani wanita dan anak-anak melakukan protes tanpa batas waktu terhadap undang-undang pertanian di perbatasan Delhi. Kami juga menghentikan kereta dalam perjalanan menuju ke Delhi dari Sri Ganganagar. Petani akan mengatur makan untuk penumpang, tetapi pemerintah seharusnya membatalkan kereta seperti itu untuk menghindari pelecehan terhadap penumpang. Kereta tidak akan diizinkan bergerak sampai jam 4 sore,” tambahnya

Kepala BKU (Ekta-Ugrahan) Joginder Singh Ugrahan mengecam ketua menteri baru Punjab Charanjit Singh Channi atas pengumumannya bahwa dia akan mengunjungi para petani yang memprotes. Ugrahan mengklaim bahwa CM sebelumnya Kapten Amarinder Singh tidak melakukan apa pun untuk petani dan Channi akan menghadapi kemarahan petani.

Baca juga: Lawan Aturan Selama ‘PPKM’, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Ganjaran

“Apakah kita sudah mengundang Channi? Jika orang menentangnya atau terjadi insiden yang tidak diinginkan, lalu apa? Kongres telah menjanjikan pembebasan utang sepenuhnya; ini tidak dilakukan. Apakah ancaman narkoba telah berakhir? CM menjanjikan pekerjaan, apakah dia menyediakan pekerjaan? Mengapa Channi akan berkunjung ke sana? Apa yang akan dia jawab di sana? Kami tidak memiliki harapan dari Channi. Saya menyarankan dia untuk menyelamatkan rumahnya (partai Kongres) dulu,” kata Ugrahan.