Boeing 777 KLM “Orange Pride” Mangkrak di Beijing Sejak Awal Tahun Baru

0
(riverkingphoto.com)

Sebuah pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai KLM dengan livery ‘Orange Pride’ diwartakan mengkrak lumayan lama di Bandara Beijing. Tepatnya sejak awal tahun, pesawat dengan cat oranye dan biru dengan nomer registrasi PH-BVA itu sudah tidak terbang dan seolah ‘terdampar’ nun jauh dari negara asalnya.

Baca juga: Robot Katering Mudahakan Pelayanan Udara KLM

Tentu yang menjadi fokus perhatian, mengapa pesawat itu belum juga mendapat perbaikan untuk segera diterbangkan ke Belanda? Mengutip dari simpleflying.com, disebutkan bahwa kerusakan mesin yang menjadikan pesawat twin jet ini mendapatkan masalah hingga belum bisa diterbangkan. Dikisahkan pada malam pergantian tahun baru (31/12/2020), pesawat dengan muatan kargo penuh ini sedang dalam penerbangan rutin Shanghai – Amsterdam.

Namun, saat pesawat sedang berada di wilayah tenggara Rusia, pesawat mengalami kerusakan mesin sebelah kiri. Walaupun kerusakan mesin bukan perkara ringan, Boeing 777 yang mengudara dengan satu mesin itu lebih memilih untuk terbang kembali Cina, yaitu dengan mendarat di Beijing, ketimbang meminta pendaratan darurat di Rusia. Alhasil dengan satu mesin, pesawat akhirnya bisa mencapai Beijing dengan waktu tiga setengah jam setelah proses divert.

Pada saat dilakukan pemeriksaan di darat, bagian pemeliharaan menemukan serpihan logam di detektor chip magnet mesin. Itu jelas menunjukkan masalah yang signifikan, yang membutuhkan mesin pengganti untuk dipasang. Umumnya, penggantian mesin dapat dikirim dalam hitungan hari saja.

Menurut pelaporan di Aviation Herald, mesin pengganti Boeing telah diterbangkan ke Beijing pada 11 Januari. Sumber lain dari Luchvaart Nieuws menyebut, karena tidak ada mesin pengganti yang tersedia di Beijing, penggantian tersebut dipindahkan sebagian dengan pesawat kargo.

Blog Virgin Atlantic menyatakan bahwa, dari proses awal hingga akhir, proses penggantian mesin jet dapat memakan waktu hingga 24 jam. Bahkan jika itu dibagi hanya pada siang hari saja, maka maksimal tiga hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan penggantian mesin.

Namun, ada banyak faktor yang rupanya menghambat upaya perbaikan pesawat ini, jawabannya tentu terkait pandemi. Karena pembatasan masuk yang ketat di Cina, aka teknisi KLM tidak dapat bepergian bersama dengan mesin pengganti agar sesuai dengan pesawat. Jika mereka melakukannya, para teknisi akan diminta untuk menghabiskan 10 hari di karantina sebelum dapat mulai bekerja.

Baca juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Karena alasan di atas, KLM terpaksa mengontrak pekerjaan tersebut ke penyedia jasa lokal. Diputuskan untuk menandatangani kontrak dengan penyedia resmi setempat. Ini adalah perusahaan bersertifikat (dengan hanggar) yang didukung oleh staf teknis KLM E&M lokal dan juga menerima dukungan dari pakar KLM E&M Schiphol. Saat ini, tidak diketahui kapan perbaikan akan selesai atau kapan Orange Pride akan kembali ke Belanda.

LEAVE A REPLY