ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Volaris (Airbus)

Tentu Anda semua pernah mendengar pemberitaan tentang sebuah pesawat yang salah satu mesinnnya mati ketika tengah mengudara. Nah, menurut Anda, apa yang akan terjadi ketika pesawat mengalami kondisi di atas? Sebagai informasi, pesawat masih bisa mengudara dengan satu mesin apabila mesin lainnya mengalami kendala atau mati – walaupun dalam kondisi seperti ini, pilot harus segera berkomunikasi dengan menara pemantau bandara terdekat untuk meminta ijin melakukan pendaratan darurat.

Baca Juga: 4 Inovasi yang Singkirkan Ketakutan Anda Saat Mengudara

Ada standar yang diterbitkan oleh Federal Aviation Association (FAA) khusus untuk kondisi darurat seperti ini, yaitu Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards atau yang biasa disingkat ETOPS. Namun FAA merevisi akronim tersebut menjadi Extended Operations pasca peraturan yang diperluas – mencakup pesawat yang menggunakan lebih dari dua mesin. Bagi Anda yang masih bingung tentang ETOPS, seperti inilah contoh sederhananya.

Sebuah pesawat hanya diperbolehkan mengudara selama 75 menit dalam kondisi salah satu mesinnya mati. Dalam rentang waktu tersebut, pilot harus mendapatkan ijin dari bandara terdekat untuk melakukan pendaratan darurat. Kondisi seperti inilah yang disebut sertifikasi ETOPS 75.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ETOPS sendiri memiliki beberapa kelas, mulai dari ETOPS 75, 90, 120/138, 180/207, hingga 370. Angka yang tertera di akhir merupakan durasi yang diijinkan untuk pesawat mengudara hanya dengan satu mesin.

Biasanya, sebuah maskapai penerbangan akan mendapatkan ijin ETOPS dari kelas yang paling bawah, yaitu ETOPS 75. Bukan tidak mungkin perijinian ETOPS tersebut akan ditingkatkan dengan cara melewati serangkaian tahapan terlebih dahulu.

Sumber: Wikipedia

Pertama, sebuah armada penerbangan akan dievaluasi terlebih dahulu. Jika tidak ditemukan masalah dalam evaluasi yang berkenaan dengan pemeliharaan pesawat, maka ijin untuk meng-upgrade ETOPS tersebut akan diterbitkan.

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan untuk mendapatkan ijin upgrade ETOPS adalah uji kombinasi kemampuan, baik dari airframe (body pesawat) dan mesin yang digunakan oleh pesawat itu sendiri. Fase ini dinamai ETOPS type approval.

Sebagai contoh, jika sebuah pesawat hendak melakukan peningkatan ETOPS 120, maka pesawat yang bersangkutan akan mengudara dalam kondisi salah satu mesinnya mati selama 120 menit – pun dengan peningkatan ETOPS lainnya.

Semisal sudah lolos fase sertifikasi (uji kombinasi kemampuan), maskapai yang hendak meningkatkan ETOPS dari armadanya ini harus memohon perijinan secara langsung terhadap otoritas penerbangan terkait.

Baca Juga: FAA Menolak Aturan Pembatasan Jarak Kursi di Kabin Pesawat

Jika sudah mendapatkan ijin, maka pihak maskapai akan mengantongi ETOPS Operational Certification. Sebelum mendapatkan ETOPS Operational Certification, pihak maskapai masih harus melewati beberapa tahapan, seperti pelatihan penerbang, pelatihan bagian pemeliharaan, hingga penambahan prosedur maintenance atau pemeliharaan yang lebih ketat ketimbang armada non-ETOPS.

Jadi, sekarang sudah paham kan mengenai salah satu prosedur keselamatan di dunia aviasi ini?