Budi Karya: “Soal Tiket, Kemenhub Terus Jembatani Kepentingan Maskapai dan Penumpang”

0
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Sumber: Rendy Nurhalim/KabarPenumpang.com

Industri penerbangan dalam negeri belakangan ini memang kerap menuai komentar miring dari warga – terutama terkait tingginya harga tiket yang dijual. Mulai dari tingginya harga avtur hingga isu tentang duopoli yang dilakukan oleh dua penguasa pasar, Garuda Indonesia dan Lion Air tak pelak menjadi dalih dari melambungnya harga tiket tersebut. Seperti yang tertuang dalam rumus ekonomi, “harga akan turun apabila permintaan naik, pun sebaliknya”, sektor penerbangan penumpang domestik dewasa ini tengah lesu-lesunya, dimana permintaan perlahan menurun seiring meningkatnya harga tiket yang tawarkan.

Baca Juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya!

Ini merupakan polemik yang tengah hangat diperbincangkan oleh sejumlah lapisan masyarakat, mulai dari Pemerintah sebagai regulator hingga pihak maskapai sebagai pemain inti di dalamnya. Dalam acara yang bertajuk Polemics and Prospects or the Aviation Industry: Airfares, Competition, and Efficiency, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pihaknya bersama stakeholders terkait bakal menghadirkan beberapa inisiatif yang berkenaan dengan kebijakan fiskal.

“Karena dengan hadirnya inisiatif ini sedikit banyaknya akan berdampak pada harga jual tiket di pasar,” tutur Menhub Budi kepada KabarPenumpang.com, Rabu (25/9).

Sembari menunggu hadirnya inisiatif tersebut, lanjut Menhub Budi, masyarakat juga seyogyanya harus teredukasi secara tepat agar tidak terjadi missleading dalam urusan tingginya bea naik pesawat ini.

“Kami ingin sekali maskapai-maskapai ini sustain (berkelanjutan), maka dari itu kami dari Kementerian Perhubungan konsisten untuk mencarikan jalan keluar dari masalah yang terlihat bertolak belakang ini (tingginya harga tiket dan kepentingan agar maskapai bisa sustain),” sambungnya.

Menhub Budi mengatakan bahwa penerbangan di Indonesia merupakan salah satu cara untuk menyatukan beragam titik yang ada di Nusantara – bahkan untuk yang terluar dan terjauh sekalipun. Wajar adanya jika semua pemangku kepentingan memutar otak agar dapat menjembatani antara permintaan pasar yang mewakili kepentingan rakyat dan keberlangsungan industri penerbangan domestik sendiri.

Baca Juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah

“Salah satu caranya adalah kami sudah meminta kepada pihak maskapai untuk mengadakan diskon di hari-hari yang okupansinya sepi, semisal hari Selasa dan Kamis. Ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi kedua belah pihak,” lanjut Budi.

Leave a Reply