Dinaiki Dua Pria Muslim, American Airlines Batal Mengudara!

0
Abderraoof Alkhawaldeh (kanan). Sumber: dallasnews.com

Pernahkah Anda membayangkan berada dalam posisi yang dikucilkan atau bahkan menjadi objek dari isu SARA? Tentu saja perasaan ini sangatlah mengiris hati dan akan terus terkenang walaupun sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Tapi kejadian seperti inilah yang menimpa dua penumpang American Airlines, dimana mereka dikabarkan telah mengalami tindak rasisme – bahkan sampai-sampai penerbangan yang ditumpangi oleh kedua penumpang ini dibatalkan. Duh!

Baca Juga: Lontarkan Ujaran Berbau Rasisme, Penumpang British Airways Dipecat dari Pekerjaannya!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (20/9), adalah Abderraoof Alkhawaldeh dan Issam Abdallah, dua penumpang maskapai American Airlines yang mendapat tuduhan berbau SARA dari awak kabin lantaran keduanya memeluk agama Islam dan berkebangsaan Timur Tengah. Kejadian yang terjadi 14 September ini menimpa Abderraoof dan Issam ketika mereka berdua hendak bertolak dari Birmingham menuju Dallas, Texas. Sebenarnya kedua penumpang ini bepergian secara terpisah, namun tidak sengaja bertemu di dalam penerbangan tersebut.

Kejadian ini berawal ketika Issam bertolak menuju kamar mandi setelah mendengar pengumuman terkait keterlambatan pemberangkatan karena masalah maintenance. Ketika keluar dari kamar mandi, Issam terkejut dengan kehadiran seorang awak kabin yang kedapatan tengah menguping di depan pintu toilet. Namun Issam tidak terlalu menanggapi kejadian tersebut dan kembali ke bangkunya.

Sekembalinya Issam ke bangku, alangkah terkejutnya Ia ketika mendengar penerbangan dibatalkan dan penumpang dipersilakan meninggalkan pesawat. Seketika pengumuman itu tersiar di dalam kabin, tampak dua petugas keamanan bandara menghampiri Issam dan Abderraoof secara terpisah dan mulai ‘menginterogasi’ mereka berdua. Tidak ada yang mencurigakan dari interogasi tersebut, hingga pada saat mereka berdua menunggu di sebuah kedai kopi, keduanya merasa diawasi oleh orang yang tadi menginterogasinya di dalam kabin.

“Bisa dibilang, mereka mengikuti kemanapun kami pergi,” jelas Issam.

Sejurus sesaat, Issam dihampiri oleh seorang petugas keamanan yang mengaku sebagai agen FBI dan memintanya untuk memisahkan diri dari Abderraoof. Di situlah ia baru menyadari bahwa pembatalan penerbangan tersebut dikarenakan pihak maskapai merasa tidak nyaman jika terbang bersama mereka.

Di situ Issam benar-benar merasa seperti penjahat dan terintimidasi.

“Saya merasa mereka mendiskriminasi etnisitas saya, terhadap agama saya – saya tidak berharap ada manusia yang mengalami pengalaman buruk ini,” katanya.

Setelah melewati beberapa sesi tanya jawab, akhirnya mereka berdua diijinkan untuk kembali melanjutkan penerbangan mereka.

Baca Juga: Terdesak Isu Rasisme, Wanita Ini ‘Terpaksa’ Tarik Tombol Darurat di Kereta Bawah Tanah

Menanggapi kasus ini, pihak American Airlines berdalih mengutamakan keselamatan penumpang dan lebih memilih untuk tidak melanjutkan penerbangan apabila ada sesuatu yang mencurigakan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas kami, dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami pun sudah menghubungi Abderraoof Alkhawaldeh dan Issam Abdallah secara langsung guna menjelaskan apa yang terjadi,” tulis pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.

Leave a Reply