Catat, Ini 4 Stasiun di Jakarta yang Terintegrasi dengan 6 Moda, Lima lainnya Nyusul

0
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN, Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Peresmian Stasiun Terpadu di kawasan TOD Stasiun Sudriman, Jakarta Pusat. Foto: Alvin/KabarPenumpang

Setelah sempat tertunda akibat wabah Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya meresmikan stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman sebagai stasiun terpadu. Tak hanya itu, Anies juga menyebut bahwa lima stasiun lainnya akan segera menyusul untuk dijadikan stasiun terpadu atau transit oriented development (TOD).

Baca juga: PT MRT Jakarta Siap Lakukan Groundbreaking Kawasan Transit Terpadu di Dukuh Atas

“Saat ini, sudah empat stasiun (yang terintegrasi), (stasiun) Tanah Abang, Senen, Sudirman, dan Juanda. Ke depan akan ada 4 lagi (stasiun terpadu). Tambahannya (stasiun) Manggarai, Tebet, Gondangdia, dan Palmerah. Kalau boleh usul tambah lagi Kota Tua. Jadi lima (lagi stasiun terpadu),” katanya dalam Peresmian Stasiun Terpadu di kawasan TOD Stasiun Sudriman, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Dalam peresmian yang juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tersebut, Anies menyebut, kawasan TOD di Jakarta ini nantinya bukan terintegrasi dengan satu, dua, atau tiga moda transportasi saja, melainkan ada tujuh moda.

“Di kawasan TOD, akan ada KRL, Kereta Bandara, MRT, TransJakarta, LRT Bodebek, bus umum, dan LRT Jakarta,” tambahnya. Di luar itu, empat stasiun terpadu di Jakarta ini juga akan terintegrasi dengan ojek daring, seperti Gojek (Goride Instan) dan ojek daring lainnya.

Selain menjadi kawasan terpadu atau terintegrasi di Jakarta, stasiun-stasiun tersebut juga akan dilengkapi dengan prasarana berstandar internasional, seperti way finding dan signage. Anies mengungkap, selama ini penumpang diasumsikan tahu segalanya.

“Selama ini kendaraan umum selalu mengasumsikan penggunanya sudah hafal jalan. Makanya tidak ada way finding dan signage,” terangnya. Padahal, menurut Anies, Jakarta adalah gerbangnya dunia. Banyak orang dari luar Jakarta bahkan luar negeri berlalu-lalang, sehingga dibutuhkan informasi semacam itu. Dengan begitu, menurutnya, Jakarta akan lebih siap jadi bagian perekonomian global.

Agar memudahkan proses pengelolaan yang berujung pada kenyamanan penumpang, nantinya, kawasan tersebut akan dikelola oleh perusahaan patungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroan), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Ke depan, PT MITJ ini juga akan mengelola 72 stasiun lainnya di Jabodetabek. Tak hanya itu, MITJ juga akan membuat sistem kartu perjalanan yang mengintegrasikan KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta. Dengan begitu, calon penumpang cukup menggunakan satu kartu saja untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi tersebut.

Sementara itu Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan penataan kawasan stasiun terpadu ini merupakan kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

“Saya gembira kita bisa memberi inspirasi dan bisa membuktikan bahwa sebagai bangsa itu kita bisa, yang selama ini bangsa Indonesia dibilang hanya bangsa wacana hari ini terbukti (berjalan rencananya),” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan TOD harus diterapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan moda transportasi umum secara maksimal. “Saya apresiasi, apa yang sudah kita bicarakan jadi suatu kenyataan. Presiden selalu mengimbau untuk merapatkan semua agar TOD ini menjadi keniscayaan, keharusan, karena itulah cermin antar moda yang baik. Ini selama ini belum maksimal,” jelasnya.

Leave a Reply