China Railway Rilis Prototipe Kereta Magnetik Levitasi

Sumber: nbcnews.com

Sebuah prototipe kereta api berkecepatan tinggi dikabarkan baru saja diluncurkan di Cina, dimana kereta ini dirancang untuk mengangkut penumpang dan menembus batas kecepatan 600 kilometer per jam (370 mph). Dengan kata lain, kecepatan tersebut lebih tinggi 153 mph daripada kereta penumpang tercepat di dunia yang saat berada dalam layanan antarkota biasa. Kecepatannya hanya berada di level 217 mph saat mengarungi perjalanan dari Beijing menuju Shanghai.

Baca Juga: Mengenal Moda Berbasis Levitasi Magnetik (Maglev)? Ini Dia Serba-Serbinya!

Ya, ini merupakan kereta bukan sekedar kereta baru, yang tengah dikembangkan oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRCC) untuk tidak berjalan di atas rel – melainkan melayang di atasnya – atau magnetik levitasi (maglev). Mengingat kecepatannya yang sangat luar biasa, maka tidak heran jika sebagian orang berpandangan bahwa di masa yang akan datang, perjalanan dengan menggunakan kereta api akan setara atau bahkan lebih cepat dari moda udara – tentu saja dalam kondisi tertentu.

“Perjalanan dari Beijing menuju Shanghai saat ini memakan waktu perjalanan hingga empat jam, dan apabila menggunakan pesawat membutuhkan waktu sekira setengah jam. Apabila kereta maglev ini sudah beroperasi kelak, maka estimasi perjalanannya hanya tiga setengah jam,” ujar kepala tim pengembangan Maglev, Ding Sansan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman nbcnews.com (6/6/2019).

Menurut isu yang berkembang, kereta ini akan mulai memasuki masa operasi pada tahun 2021 mendatang. Kendati sudah beredar luas, namun perusahaan enggan membocorkan tanggalan tepatnya, alih-aiih ada penundaan waktu perilisan. Layaknya mengembangkan sebuah teknologi baru, para peneliti mengungkapkan bahwa dibutuhkan uji coba operasi berulang-ulang kali sebelum layanan ini memasuki masa operasi.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, teknologi kereta maglev telah dikembangkan selama beberapa dekade ke belakang – menggunakan gaya elektromagnet yang kuat untuk melayangkan kereta tepat di atas rel dan memberikan penggerak ke depan. Dengan begitu, kereta maglev mampu menghilangkan gesekan yang tercipta antara roda logam yang digunakan oleh kereta konvensional dengan rel.

Baca Juga: Tercampur Politik dan Isu Kesenjangan Sosial, Akankah Kereta Maglev di Amerika Hanya Sekedar Wacana?

Dengan menggunakan teknologi maglev, maka suara bising dan getaran yang ditimbulkan pun dapat diminimalisir – tidak hanya bagi penumpang yang di dalam kereta saja, melainkan warga yang tinggal di pesisir rel pun dapat merasakan keuntungan dari digunakannya teknologi maglev ini. Jika ditinjau lebih jauh lagi, biaya perawatan dari teknologi ini pun akan senantiasa tereduksi pula.