Disebut Punya Utang Rp614 Triliun, Berikut ini Klarifikasi dari Lion Air

Berita tentang permohonan dari Lion Air untuk penundaan pembayaran jasa kebandaraan di kuartal I kepada PT Angkasa Pura I (Persero), membuat isu bergulir bahwa maskapai swasta nasional ini tengah dilanda kesulitan keuangan.

Baca juga: Inilah Penjelasan Lion Air Seputar ‘Tingginya’ Harga Tiket Multiple Flight

Penundadaan pembayaran jasa bandara untuk periode Januari hingga Maret 2019 disebutkan guna menjamin terjaganya kelangsungan operasional penerbangan dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara dapat terus terpenuhi. Lain dari itu, Lion Air perlu mengambi langkah ini dikarenakan tekanan industri penerbangan, terutama karena pendapatan yang tidak tercapai akibat rendahnya harga jual serta kenaikan berbagai macam biaya.

Lewat siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (13/6), Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic Lion Air Group memberikan klarifikasi mengenai kabar yang beredar bahwa utang Lion Air yang disebut mencapai Rp 614.000.000.000.000 (enam ratus empat belas triliun Rupiah), bahwa informasi utang atau berpotensi hutang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.

Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia. Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Dalam catatan tertulis, manajemen Lion Air dengan ini menyampaikan, bahwa:

1. Pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode/ cara (tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana).

2. Pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

3. Pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan.

Baca juga: Kabar Tiket Lion Air Jakarta-Pekanbaru Tembus Rp6 Jutaan, Ternyata Ada Bias Informasi di Medsos

Danang memastikan bahwa saat ini kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar. Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis).