Circular Bridge di Uruguay Paksa Pengemudi Kurangi Laju Kendaraannya

Sumber: huffingtonpost.com

Kebanyakan jembatan memiliki jalur yang lurus, terkadang juga memiliki beberapa tikungan yang tidak terlalu tajam. Namun bagaimana dengan sebuah jembatan yang terletak di Uruguay, dimana jembatan  tersebut memiliki jalur yang melingkar seperti cincin? Jembatan bernama Laguna Garzon tersebut merupakan mahakarya dari seorang arsitek Uruguay bernama Rafael Viñoly. Mungkin jembatan ini terlihat nyentrik namun Rafael memiliki argument sendiri dibalik desain circular bridge tersebut.

Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Seperti yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman huffingtonpost.com, setiap setengah lingkaran di jembatan tersebut berperan sebagai jalan satu arah. Karena bentuknya yang melingkar, maka pengemudi harus mengurangi kecepatannya ketika melewati jembatan Laguna Garzon tersebut. Selain meminimalisir terjadinya kecelakaan seperti yang kerap kali terjadi di jembatan lurus pada umumnya, setiap orang yang melewati jembatan ini juga dapat menikmati pemandangan alam yang tersaji.

Sumber: huffingtonpost.com

“Konsep yang kami terapkan untuk Puente Laguna Garzon merupakan bentuk transformasi dari persimpangan kendaraan konvensional menjadi sebuah momen yang dapat memaksa kendaraan tersebut untuk mengurangi kecepatannya,” Ungkap Rafael. Tidak hanya itu, Rafael juga mempertegas pemandangan alam yang tersaji manakala kita melintasi jembatan tersebut akan mengundang decak kagum. “Selain itu, kami juga menyediakan space untuk para pejalan kaki secara bersamaan,” tambahnya.

Baca Juga: Circular Pedestrian Bridge Jadi Titik Integrasi Penumpang Lintas Moda

Sesuai dengan namanya, Jembatan Laguna Garzon membentang di sebuah laguna di pantai selatan Uruguay, yang akhirnya membuat banyak orang menyebutnya “Laguna di dalam laguna”. Jembatan ini menghubungkan kota Maldonado dan Rocha. Diketahui, kota Maldonado merupakan sebuah kota yang cukup berkembang, berbanding terbalik dengan Rocha yang bisa dibilang jarang “tersentuh”, jadi keuntungan lain dari adanya jembatan ini adalah untuk memudahkan akses warga Rocha yang ingin menyambangi kota Maldonado.

Sebelum jembatan ini ada, satu-satunya cara warga untuk berkunjung dari satu kota ke kota lainnya adalah dengan cara menggunakan sebuah kapal yang hanya mampu menyebrangkan satu kendaraan dalam sekali jalan. Dengan kata lain, jembatan yang mulai beroperasi pada 22 Desember 2015 ini memberikan kemudahan bagi warga dari kedua kota untuk saling terhubung. Dihimpun dari sumber lain, lebih dari 1.000 kendaraan menggunakan jembatan ini setiap harinya. Sebuah bukti yang cukup kuat bahwa jembatan ini sangat menunjang infrastruktur transportasi diantara kedua kota.

Sumber: kompas

Dilihat dari dalam negeri, jembatan yang hampir serupa juga dapat kita temui di daerah Semanggi, Jakarta. Jembatan yang sering juga disebut sebagai Simpang Susun Semanggi ini merupakan salah satu cara yang ditempuh Pemprov DKI dalam mengentaskan masalah kemacetan yang kian runyam. Rencananya, Simpang Susun Semanggi ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus kelak. Diharapkan, keberadaan Simpang Susun Semanggi ini bisa mengurai kemacetan yang selalu menghantui daerah di sekitarnya.