Monday, April 20, 2026
HomeAnalisa AngkutanCommuter Line Bandung Raya dan Garut Tembus Hingga Jutaan Penumpang, Ini Catatan...

Commuter Line Bandung Raya dan Garut Tembus Hingga Jutaan Penumpang, Ini Catatan KAI

Transportasi kereta api memang terbukti membuat masyarakat terbantu dalam pelayanan yang dirasakan. Ditambah lagi jika bepergian dengan destinasi yang dituju dan dekat dengan lokasinya yang sangat strategis. Tak hanya kereta api jarak jauh, antusiasme masyarakat menggunakan kereta api lokal juga terlihat dalam aktivitas keseharian masyarakat.

Dalam hal tersebut PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mencatat bahwa masyarakat pengguna kereta api lokal yang di kelola KAI Commuter ini cukup naik secara signifikan. Salah satunya pada masyarakat pengguna commuter line di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Di wilayah tersebut antusiasme masyarakat terlihat saat menggunakan commuter line Bandung Raya dan Garut.

Tercatat pada kenaikan jumlah penumpang kereta lokal di wilayah tersebut selama tiga bulan terakhir. Layanan Kereta Api (KA) Lokal Bandung Raya, KAI mencatat angka 2.858.523 orang dalam periode laporan Triwulan I 2026. Angka yang luar biasa untuk angkutan kereta lokal yang merupakan masyarakat pengguna setia kereta api.

Layanan relasi KA Lokal Garut juga mengalami pertumbuhan 11,64 persen dibandingkan catatan tahun lalu. KAI menyatakan angkutan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga. Tentunya merupakan bagian dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Mulai dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, semuanya saling terhubung dalam satu perjalanan yang terjangkau dan dapat diandalkan.

Jika dilihat tahun-tahun kebelakang, jumlah pengguna kereta api telah mencapai 2.450.007 penumpang pada periode awal 2025. Pencapaian angka pada periode yang sama juga terjadi pada tahun 2024 yang tercatat menyentuh jumlah 1.966.318 penumpang di Bandung dan sekitarnya.

Diketahui bahwa jalur relasi Padalarang sampai Cicalengka menghubungkan area pemukiman masyarakat dengan pusat bisnis serta berbagai wilayah sektor pendidikan. Apalagi diketahui bahwa pemberhentian pada beberapa stasiun dapat memudahkan mobilisasi masyarakat menuju kawasan industri dan titik ekonomi di Kota Bandung.

Setiap kereta lokal yang dijalankan, tentu menjadi ruang yang dapat mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, pastinya ada banyak tujuan yang berbeda-beda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari.

KAI sudah menetapkan tarif perjalanan terjauh sebesar Rp14.000 untuk rute kereta api dari Garut sampai Purwakarta dan sebaliknya. Biaya rendah sudah pasti menjadikan sarana ini pilihan transportasi favorit untuk menjalankan produktivitas harian tanpa mengeluarkan banyak ongkos jalan.

Data pelanggan KA Lokal (commuter line) Garut di tahun 2025 tercatat sebanyak 697.612 orang di seluruh stasiun pemberhentian milik PT KAI wilayah Daop 2 Bandung. Sedangkan pada tahun sebelumnya yakni 2024, jumlah perjalanan pada jalur itu hanya mengangkut penumpang mencapai angka 620.610 penumpang saja.

Tarif perjalanan relasi Padalarang hingga Cicalengka maupun sebaliknya untuk commuter line Bandung Raya dipatok hanya Rp5.000 saja agar mempermudah beban finansial mobilitas ekonomi harian. Masyarakat dapat mengakses layanan kereta api tersebut yang melewati stasiun perlintasan di pusat serta wilayah pinggiran Kota Bandung.

Terminal Guntur, Nadi Transportasi Garut yang Terus Bergerak

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru