Commuter Training Simulator, Bantu Calon Masinis Uji Sertifikasi

0
Ilustrasi kabin masinis (YouTube)

Masinis kereta api ternyata salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Memiliki seragam khusus bak seorang pilot pesawat membuat para masinis terlihat gagah. Mungkin bila melihat mereka sepertinya mudah saja mengemudikan sebuah kereta. Tapi ternyata, di dalam ruang kecil masinis banyak tombol dan peralatan yang harus dioperasikan.

Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok

Nah, meski terlihat mudah, seorang masinis harus lolos proses dan memiliki sertifikat untuk bisa mengemudikan kereta yang berisi penumpang. Mereka harus melakukan diklat selama satu tahun dan bila memenuhi syarat akan mendapat sertifikat KO 61 dan diklat lanjutan untuk mendapat KO 62.

Vice President Operasi PT KCI Broer Rizal mengatakan, sebelum para masinis mengemudikan kereta dengan penumpang mereka akan menjadi co-masinis di mana mengemudikan kereta masih bersama pendamping. Dia menambahkan, proses yang dilalui masinis pun bukan hanya itu saja, mereka juga akan mengikuti kelas teori hingga praktek.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah memiliki alat simulasi pengoperasian kereta rel listrik (KRL) untuk latihan para masinis di Dipo KRL Depok.. Alat yang bernama Commuter Training Simulator (CTS) ini merupakan simulator kereta pertama yang dibuat di Indonesia.

“Sebelum praktek langsung, kami ada Commuter Train Simulator, simulasi riil dengan dilakukan penilaian yang hasilnya di print,” kata Broer.

Broer mengatakan, dengan alat simulasi ini, sebagai media pembelajaran dan pengujian para masinis KRL. Di mana para calon masinis akan diuji menghadapi berbagai kondisi di lintasan dari yang normal hingga kondisi darurat. Selain itu juga di nilai seberapa taatnya masinis pada peraturan, simbol dan rambu-rambu lainnya.

“Simulator ini dibuat sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana KRL. CTS juga memadukan video, grafis, sistem sensor serta penggerak yang impresif sehingga pergerakan serupa dengan aslinya,” tambah Broer yang dikutip dari tempo.co (26/11/2019).

Diketahui, simulator KRL ini berbentuk mirip kapsul yang bisa memberikan efek motion. Kapsul tersebut didesain mirip dengan kabin masinis KRL tipe JR 205 . Kaca depan KRL akan menampakkan visual layaknya lintasan kereta dan berbagai komponen kemudi di kabin sama fungsinya dengan yang asli. Untuk menggunakan simulator tersebut, calon masinis akan berlatih mengemudikan KRL dengan arahan instruktur di ruang lain.

Instruktur memberikan tantaangan yang dimulai dari tabrakan dengan kendaraan atau orang bunuh diri hingga gangguan teknis KRL. Simulasi ini juga mencoba bagaimana ketika hujan lebat atau kereta tertemper. Broer mengatakan, melalui simulasi maka dapat diketahui kecakapan seorang masinis.

“Mulai dari kepatuhan terhadap sinyal dan semboyan kereta, batas kecepatan, headlamp hingga etika. Semua penilaian akan muncul secara otomatis setelah simulasi dan menjadi catatan bagi kami,” tambahnya.

Saat ini KCI sendiri memiliki 350 orang masinis dan gaji yang didapat pun bisa dikatakan mencengangkan yakni hingga Rp20 juta per bulannya. Broer menambahkan, gaji sebanyak tersebut juga tergantung dengan jam terbang. Untuk masinis pemula bahkan hanya mendapat gaji pokok Rp4 juta dan bila tergantung jam terbang, para masinis ini dalam satu bulan bisa mendapat gaji Rp12 juta.

Baca juga: Jevi Santoso, Masinis Ganteng yang Jadi Idola Penumpang KRL Jabodetabek

Broer menjelaskan, untuk menjadi seorang masinis tak hanya lolos sertifikasi, tetapi mereka harus sehat dalam kategori sehat Tipe A yakni tak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya, tidak menggunakan kacamata, bebas narkoba dan minimal tinggi 160 cm. Untuk pendidikan calon masinis memegang ijazah minimal SMA atau sederajat. Semua persyaratan umum yakni memiliki nilai rata-rata 7.