Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi

Dalam laporan tahunannya, PT Angkasa Pura II menyebut bahwa Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) selama tahun 2017 telah melayani 63 juta pergerakan penumpang. Dan capaian tersebut adalah level tertinggi untuk bandara di Indonesia. Nah, sebagai perbandingan adalah Bandara Changi di Singapura yang dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia. Ada berapa juta penumpangkah yang dilayani Changi selama tahun 2017?

Baca juga: Sepanjang 2017, Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Layani 70 Juta Penumpang

Bandara Changi baru saja mencatatkan ada 62,2 juta penumpang yang terbang selama 2017 lalu. Angka ini membuat kenaikan enam persen dari tahun lalu. KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (23/1/2018), bahwa adanya peningkatan jumlah penumpang karena naiknya frekuensi penerbangan ke destinasi yang ada di Cina dan India. Dimana ada sepuluh jalur baru yang dibuat Singapura dan kota-kota di Cina dengan maskapai Heibei. Penerbangan ini sendiri pertama kalinya melayani Harbin, Shijiazhuang dan Yantai. Tak hanya itu ke India juga ada empat destinasi baru ke Delhi, Bangalore, Chennai dan Coimbatore dengan JetAirways dan IndiGo.

Saat ini untuk bandara tersibuk, Changi masih menepati urutan ke enam dalam lalu lintas internasional. Namun, direktur pengelola Changi Airport Group (CAG) Lim Ching Kiat mengtakan, ini bukan hanya permainan angka. “Bisnis bandara berarti ketika kita bertumbuh, bandara regional juga akan tumbuh, karena penerbangan harus dimulai dari salah satu bandara regional. Begitu Changi tumbuh, kita akan melihat bandara Kuala Lumpur, Bangkok, Jakarta dan Manila tumbuh dengan kecepatan yang sama. Secara keseluruhan itu bagus untuk daerah, dan itu bagus untuk Changi,” ujarnya.

Adanya perkembangan ini, International Air Transport Association kemudian memperkirakan kawasan Asia Pasifik akan bertumbuh dari 2,5 miliar menjadi 8,5 miliar penumpang dalam sepuluh tahun kedepan. Pada tahun 2036 mendatang, Cina, India dan Indonesia diperkirakan masuk dalam lima besar pasar perjalanan udara di dunia.

Untuk melayani pertumbuhan ini, CAG melakukan pengembangan proyek Changi East yang akan menjadi Terminal 5. Diharapkan nantinya dapat menambah kapasitas 50 juta penumpang pertahun pada tahap awal. Diketahui, pekerjaan pada sistem runway ketiganya akan di buka pada 2020 mendatang. Lim mengatakan, untuk penanganan kargo, Changi tumbuh sebesar 7,9 persen dan melebihi angka 2,13 juta ton pada tahun sebelumnya.

Bandara Changi telah mengembangkan kemampuan penanganan kargo dengan fokus pada kapasitasnya agar aman dan cepat dalam menangani obat-obatan, produk yang mudah rusak dan surat eCommerce. Kenaikan jumlah penumpang juga dikarenakan bandara Changi memberikan akses sambungan untuk moda darat dan lautnya.

Tahun 2017 kemarin, penumpang dari bandara Changi bisa terhubung dengan pelabuhan ferry Tahan Merah dengan menyediakan bus antar jemput dengan biaya rendah. Selain itu, Lim menambahkan, pihak bandara akan melakukan kolaborasi dengan perusahaan pelayaran untuk mendatangkan lebih dari 600 ribu pengunjung dalam empat tahun.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi

Tak hanya di sekitaran Asia, Lim mengatakan, banyaknya destinasi di Eropa juga akan membuka peluang dimana tahun lalu, Norwegian Airlines mulai mengoperasikan penerbangan biaya rendahnya ke bandara Gatwick London. Selain itu Scoot juga memulai penerbangannya langsung ke Athena. Adapun untuk memperkuat koneksi Singapura ke Eropa Timur, penerbangan ke Munich, Berlin dan Warsawa juga dibuka.