Demi Hemat Uang, Mantan Pilot Boeing 737 MAX Didakwa Bohongi FAA-Sebabkan Kecelakaan

0
Boeing 737 MAX. Sumber: newatlas.com

Meski sudah diizinkan terbang oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada 18 November 2020, disusul regulator penerbangan sipil lainnya di Eropa, Cina, Malaysia, Singapura, dan India, penyelidikan terkait dua kecelakaan Boeing 737 MAX tidak berhenti.

Baca juga: Setelah Malaysia, Giliran Singapura Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang 

Terbaru, terungkap fakta di persidangan pada hari Kamis lalu bahwa mantan pilot 737 MAX didakwa jaksa pengadilan Texas telah berbohong demi menghemat uang. Ini yang pada akhirnya menjadi biang keladi terjadinya dua kecelakaan nahas yang melibatkan pesawat tersebut.

Dilansir Washington Post, dua pesawat Boeing 737 MAX milik Lion Air dan Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan pada akhir 2018 dan awal 2019. Kecelakaan tersebut menewaskan total 346 orang dan mendorong grounded massal terhadap pesawat itu di seluruh dunia. Tak hanya dikandangkan, FAA dan sejumlah investigator dilibatkan untuk menyelidiki penyebab dua kecelakaan pesawat tersebut.

Setelah penyelidikan mendalam, penyidik kongres, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan pengawas internal Departemen Perhubungan (DoT) AS, menemukan jejak kejanggalan oleh mantan pilot uji Boeing 737 MAX, Mark Forkner.

Jejak kejanggalan atau kebohongan tersebut ditemukan di email yang bersangkutan ke Boeing saat melaporkan hasil uji terbang pesawat tersebut berkenaan dengan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Disebutkan, pada tahun 2016, pilot berusia 49 tahun itu menemukan kesalahan pada MCAS dan seharusnya membuat itu tidak layak untuk diterbangkan secara massal.

Namun sayang, Mark Forkner diklaim terpaksa berbohong kepada FAA selaku regulator demi menghemat uang lantaran, andai ia membeberkan sejumlah fakta-fakta seputar flight control MCAS, besar kemungkinan, Boeing masih harus melakukan pengembangan dan perbaikan di sana sini. Tentu saja itu melibatkan uang (lagi) dalam jumlah besar.

Dengan berbohong dan seolah tak ada masalah, otomatis, Boeing 737 MAX bisa lolos sertifikasi, dikirim ke pembeli, dan mendapat uang.

Sebelum dioperasikan maskapai di seluruh dunia, tentu harus ada manual book penerbangan. Nah, di bagian inilah kebohongan Mark Forkner berdampak.

Lantaran kebohongannya itu, manual book penerbangan Boeing 737 MAX jadi tidak lengkap. Terutama bagaimana menangani pesawat saat flight control otomatis MCAS bermasalah. Ini yang pada akhirnya menjadi penyebab kecelakaan karena kegagalan pilot mengidentifikasi masalah serta melakukan penanganan atas masalah tersebut.

“Dalam upaya untuk menghemat uang Boeing, Forkner diduga menyembunyikan informasi penting dari regulator,” kata Chad E. Meacham, Jaksa AS untuk Distrik Utara Texas.

Baca juga: Cina Akhirnya ‘Tunduk’ ke AS, Boeing 737 MAX Diizinkan Terbang Kembali

Jumat kemarin, Mark Forkner dijadwalkan hadir dalam persidangan di pengadilan federal di Fort Worth, Texas, AS. Tetapi, belum ada laporan terbaru di AS terkait hasil persidangan tersebut.

Bila terbukti bersalah, Mark Forkner terancam penjara maksimal 20 tahun. Baik Boeing, pengacara Mark Forkner, dan FAA belum buka suara terkait dakwaan jaksa tersebut.