Di India, Ratusan Gajah Mati Ditabrak Kereta Api

Sumber: scoopwhoop

Pada tanggal 16 April 2018 kemarin, pemberitaan di India menyebutkan bahwa telah terjadi kecelakaan kereta api yang mengakibatkan empat gajah tewas di distrik Jharsuguda, Odisha. Hal ini tentu saja mengundang pertanyaan warganet, “Mengapa bisa sebuah ular besi menewaskan empat gajah sekaligus?”.

Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta

Sebelumnya, sudah banyak pula kejadian serupa, dengan pelaku dan korban yang sama. Tak pelak, berbagai kalangan masyarakat pun menyoroti jalur perkeretaapian di India yang seolah menjelma menjadi perangkap bagi mamalia darat terbesar di dunia ini. Bahkan, menurut ahli satwa liar, India memiliki jumlah kecelakaan kereta tertinggi di dunia yang melibatkan gajah.

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailyo.in (17/4/2018), data yang dimiliki oleh otoritas berwajib India menyebutkan bahwa pada tahun 2017 saja, sebanyak 12 gajah tewas dalam beberapa kecelakaan kereta api. Setahun sebelumnya lebih parah, dimana si ular besi telah menewaskan sekitar 16 gajah. Jika diakumulasi dari tahun 2009 hingga 2017, periode ini merupakan yang terparah, dimana si ular besi telah menghilangkan nyawa dari 120 gajah.

Lalu, mengapa angka kecelakaan kereta yang melibatkan gajah begitu besar di India? Ada beberapa hipotesa yang bisa dijadikan bahan pertimbangan: populasi manusia yang terus mengalami peningkatan, perusakan habitat, peningkatan frekuensi perjalanan kereta, dan pihak perkeretaapian India yang mungkin mengabaikan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Khusus untuk kasus kecelakaan yang melibatkan satwa liar seperti gajah, ada baiknya para pejabat kehutanan pun melakukan koordinasi dengan pihak perkeretaapian, seperti menginformasikan tentang pergerakan sekawanan gajah liar.

Sudah menjadi hukum alam dimana setiap hewan liar akan melakukan migrasi dalam kurun waktu tertentu – untuk kasus ini, gajah melakukan migrasi setiap satu tahun sekali. Peningkatan populasi manusia sendiri mengindikasikan adanya penyempitan ruang gerak satwa-satwa liar. Maka tidak heran jika satwa-satwa liar terus melakukan pergerakan guna menghindari eksplorasi dan eksploitasi lahan yang dilakukan oleh manusia.

Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error

Sebelumnya, insiden serupa pun pernah terjadi pada kawanan gajah di Assam, India. Tepatnya pada bulan Februari 2018 silam, seekor bayi gajah yang tengah melintasi rel kereta tidak bisa menghindari laju dari si ular besi. Alhasil, gajah-gajah dewasa lainnya pun secara reflek mengepung si bayi gajah guna memberikan perlindungan terhadap hantaman kereta. Alhasil, lima gajah mati dalam insiden tersebut.