Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Pria Turki di American Airlines

Seorang penumpang pria asal Turki bernama Anil Uskanli  25 tahun dalam penerbangan menggunakan maskapai American Airlines membuat kehebohan dengan mengatakan setiap orang memiliki pikiran teroris. Kejadian tersebut berlangsung di dalam kabin pesawat Airbus A321 pada hari Jumat (19/5/2017) kemarin. Dia menyuruh pilot untuk mendarat sambil berteriak agar Komando Armada Pasifik AS mengirim dua jet tempur F-22 untuk mengawal pesawat ke Hawaii.

Baca juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Tak mau mengambil risiko di udara, pilot akhirnya mendaratkan pesawatnya di Honolulu, Hawaii. Dan keinginan pria Turki ini pun terkabul, lantaran dua jet tempur Stealth F-22 Raptor dari National Air Guard akhirnya memang mengawal pesawat tersebut sampai mendapat di Honolulu. Dan setelah diperiksa oleh aparat, Uskanli diketahui hanya membawa telepon genggam, laptop, charger dan barang lainnya di saku.

F-22 Raptor

Awal mula Uskanli masuk ke dalam pesawat dirinya seperti dalam pengaruh sesuatu sehingga harus di bawa dengan kursi roda hingga ke pesawat. Kemudian, dia langsung duduk di kelas satu, padahal tempat duduknya berada di bangku nomor 35B dan berpindah ke bangkunya setelah pramugari memintanya berulang kali.

Dilansir KabarPenumpang.com dari abcnews.go.com (22/5/2017), sesaat setelah lepas landas, Uskanli melakukan hal yang mencurigakan yakni memindahkan laptop dari samping kursi kemudian ke bawah tempat duduk sembari mengucapkan sesuatu dan berbicara pada dirinya sendiri. Kemudian Ia juga menggunakan toilet tetapi tak bisa menutup pintu dengan benar.  Ketika ada seorang penumpang lain yang akan menggunkan toilet, Uskanli diduga berteriak sembari memukul-mukul dinding.

Baca juga: Yang Tabu Saat Anda Berada di Bandara

Atas kejadian ini, pramugari yang bertugas langsung mengantarnya ke tempat duduk dan menemukan puntung rokok di toilet. Tak lama kejadian toilet, Uskanli langsung menutup kepalanya dengan sebuah selimut dan mengambil laptop sembari berjalan ke bagian depan pesawat. Tetapi pramugari lain yang membawa gerobak minuman sempat menghalangi Uskanli lewat, namun dia mendorong gerobak dan meletakkan laptopnya di situ.

Tersadar akan teroris yang menggunakan alat elektronik sebagai rakitan bom, petugas khawatir dan mengarahkan Uskanli ketempat duduknya. Sedangkan laptop yang dibawanya, di ambil oleh pramugari dan diletakkan pada bagian belakang pesawat sesuai prosedur menangani kemungkinan alat peledak. Dalam kejadian ini, tak hanya menyita laptop, pilot juga menurukan pesawat menjadi 5000 kaki atas pengaduan masalah Uskanli.

“Dia di tahan, tangannya di ikat dengan selotip,” ujar seorang penumpang yang menjadi saksi mata. Sesampai di bandara Honolulu, Uskanli langsung diamankan oleh petugas keamanan, kemudian, petugas penjinak bom dan anjing pelacak meneliti laptop tersebut dan dinyatakan bersih tidak ada bahan peledak didalamnya. Sayangnya, saat di tes urine, Uskanli positif menggunakan benzodiazepin yang mengindikasi dirinya menggunakan obat terlarang ataupun ganja.

Baca juga: Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi)

“Dia membuat senapan dengan jari-jarinya dan berpura-pura menembak, kemudan meniru gerakan memotong leher dan mengancam akan membunuh agen wanita,” ujar petugas keamanan.

Saat ditanya apakah berencana menyakiti orang lain, dia menjawab “itu tergantung pada hari ini.” Dengan kejadian ini, Uskanli didakwa mencampuri pekerjaan kru penerbangan dan dijadwalkan menjalankan pengadilan pada hari Senin (22/5/2017) kemarin.