Dirut dan Komut Akan Buat Garuda Indonesia Jadi Bisnis yang Menyenangkan

0
Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra dan Triawan Munaf saat memaparkan tugas-tugasnya dihadapan awak media, Jumat (24/1), di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris Utama (Komut) PT Garuda Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra dan Triawan Munaf, menyatakan komitmennya untuk membereskan sederet pekerjaan rumah yang terdapat di tubuh maskapai pelat merah itu. Menurutnya, sebagai flag carrier kebanggaan masyarakat, sudah seharusnya Garuda Indonesia melakukan lebih dari sekedar mencari untung.

Baca juga: Irfan Setiaputra Kini Jabat Posisi Direktur Utama Garuda Indonesia

“Kita harus membuat bisnis ini menjadi bisnis kebahagiaan. Bisnis yang bisa membuat happy. Semuanya terbuka, optimis untuk negeri ini. Jangan liat perusahannya aja tapi juga impact dari flag carrier terhadap ekonomi nasional, kepada kebahagiaan nasional. Kepada persaudaraan kita,” kata Triawan Munaf kepada wartawan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1).

Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), itu juga menegaskan, sekalipun mereka (Dirut dan Komut) mempunyai tugas untuk membuat bisnis Garuda jadi bisnis yang menyenangkan, berdampak langsung terhadap ekonomi nasional, kebahagiaan nasional, bahkan persaudaraan, fokus utamanya tetaplah profit.

“Kita harus optimis, supaya jangan untung ruginya saja, harus untung tapi, untuk membayar kewajiban-kewajiban kita tentunya harus untung, tapi jangan mengutamakan itu tapi mengorbankan yang lain,” lanjut, ayah dari artis Sherina Munaf ini.

Sejalan dengan Triawan Munaf, Irfan Setiaputra, juga mengungkapkan bahwa secara formasi, timnya sudah tepat dan siap untuk membenahi segala apa yang perlu dibenahi dan melanjutkan segala yang sudah bagus. Pengalamannya di BUMN dan begitupun dengan para direksi yang lain juga membuat tugas-tugas berat yang diamanahkan padanya menjadi lebih mudah. Terlebih, ia juga telah mengenal lama direksi-direksi yang akan membantunya. Hal itu diakuinya akan semakin mudah untuk membangun komunikasi.

“Saya mantan orang BUMN juga dan direksi yang lain juga sama, Jadi kita bisa percepat kerjasama itu dengan lebih mudah. Kalau sudah kenal kan enak,” ujar pria jebolan ITB tersebut.

Baca juga: Pisah dari Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Buka Rute Lama yang Tak Beroperasi

Di samping itu, ia juga coba menepis keraguan masyarakat, mengenai latar belakang profesinya yang bukan dari kalangan penerbangan. Menurutnya, pengalaman di BUMN dan juga pengalaman di bidang perbankan adalah modal utamanya dalam usaha untuk membereskan berbagai permasalahan Garuda, sekalipun ia sama sekali bukanlah orang yang lahir dari dunia kedirgantaraan.

“Saya pernah di BUMN dan saya juga pernah di perbankan dulu. Jadi, ini cukup menjadi modal buat saya,” pungkasnya.

Leave a Reply