Disusun Pertama Kali Tahun 1840-an di Perancis, Inilah Gapeka 2021 dari PT KAI

0
Grafik perjalanan kereta api (wikipedia)

Pernah dengan Gapeka? Ini adalah grafik perjalanan kereta api yang adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api dan digambarkan dalam bentuk garis. Biasanya gapek ini menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan dan posisi perjalanan kereta api dari keberangkatan, berhenti, datang, persilanan dan penyusulan.

Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019

KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia.com, aplikasi Gapeka tertua dibuat tahun 1840-an di Compagnie des chemins de fer du Nord, Perancis. Penemuan ini disusun oleh Léon Lalanne bersama Jules Petiet. Gapeka sendiri sudah digunakan di banyak perusahaan kereta api dan di Swiss, Austria serta Indonesia digunakan dengan sumbu kilometer lintas dan waktu balik yakni sumbu X sebagai waktu tempuh dan sumbu Y adalah jarak tempuh kilometer stasiun.

Digambarkan dengan garis, terkadang garis Gapeka ini juga diwarnai menurut kategori kereta, jumlah kereta dan hari perjalanan. Gapeka hadir dalam bentuk cetak ataupun elektronik. Dalam gapeka, pemberhentian dan persilangan-persusulan kereta dapat dilihat secara sekilas. Aplikasi operasional dari representasi grafis dari rangkaian kereta api ini juga digunakan dalam pemantauan operasi waktu nyata, yaitu dengan mempertimbangkan gangguan dan keterlambatan dan mengambil tindakan yang tepat.

Hal ini dapat dilakukan secara manual maupun melalui sistem komputer. Perubahan pada Gapeka juga dimungkinkan terjadi pada prasaran perkeretaapian yang sedang diperbaiki atau diubah, jumlah sarana perkeretaapian dan kecepatan kereta api. Selain itu juga kebutuhan angkutan yang berubah dari biasanya seperti pada saat puncak angkutan Lebaran, Natal dan Tahun baru.

Tak hanya itu, keadaan memaksa yang terjadi karena hal tertentu seperti anjlokan, kecelakaan, banjir dengan istilah Berhenti Luar Biasa (BLB), Kereta Luar Biasa (KLB), Peristiwa Luar Biasa (PL), Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH). PT KAI berlakukan Gapeka 2021 mulai 10 Februari 2021 dan ini perubahan layanan kereta api di wilayah Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta.

Khusus PT KAI Daop 1 Jakarta, Gapeka 2021 mengalami peningkatan jumlah perjalanan KA dari program Gapeka 2019. Bila pada Gapeka sebelumnya, terdapat 1.636 perjalanan KA, kini pada Program Gapeka 2021 secara total terdapat 1.662 perjalanan KA yang terdiri dari, 93 (KA Jarak Jauh), 49 (KA Fakultatif), 54 (KA Barang), 32 (KA Lokal), 1.151 (KA Commuter), 70 (KA Bandara), 65 (Dinas Rangkaian), 148 (Dinas Lokomotif).

Adapun peningkatan layanan KA lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta yang berlaku pada Gapeka 2021 antara lain, penambahan KA Lokal Merak menjadi 14 perjalanan KA dari sebelumnya hanya 12 perjalanan KA, perubahan relasi KA Lokal Walahar  yang sebelumnya memiliki relasi Tanjung Priok – Cikampek – Purwakarta (pp) menjadi Cikarang – Cikampek – Purwakarta (pp). Penambahan pemberhentian jumlah KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi yakni 24 KA melayani penumpang naik dan 42 KA melayani penumpang turun, Sehingga pada Gapeka 2021 terdapat 66 KAJJ yang melayani naik/turun penumpang di Stasiun Bekasi.

Peningkatan kecepatan yang berdampak pada pengurangan waktu tempuh. Pada lintas Jatinegara – Bekasi dari 90 km per jam menjadi 100 km per jam. Lintas Bekasi – Cikampek dari 100 km per jam menjadi 105 km per jam, lintas Jatinegara-Bekasi (DDT) dari 90km per jam menjadi 100 km per jam, dan lintas Serang-Rangkasbitung dari 65 km per jam menjadi 80 km per jam.

Baca juga: Waspadai Perubahan Jadwal Kereta! Mulai 1 Desember PT KAI Gunakan Gapeka 2019

Selain itu, pada Gapeka 2021 perjalanan KA Jarak Jauh dari tiga stasiun keberangkatan menjadi berubah menjadi, 35 KAJJ dari Stasiun Gambir, 27 KAJJ dari Stasiun Pasarsenen dan dua KA JJ dari Stasiun Jakarta Kota.

 

 

 

 

Leave a Reply