Hari Ini, Jim Mollison ‘Sang Pemabuk’ Jadi Orang Pertama yang Terbang Solo Melintasi Atlantik Utara dan Selatan

0
Jim Molisson dan istrinya, Amy Johnson, pioneer pilot wanita yang mencetak rekor pilot wanita pertama yang terbang solo dari Inggris ke Australia. Foto: Alamy

Hari ini, 88 tahun lalu, bertepatan dengan 9 Februari 1933, Jim Mollison, resmi menjadi orang pertama yang berhasil terbang solo melintasi Samudera Atlantik Utara dan Selatan. Saat mencetak rekor dunia itu, ia terbilang masih cukup muda, yakni berusia 28 tahun.

Baca juga: Hari Ini, Steve Fossett Sang Pemilik 116 Rekor Dunia Memulai Penerbangan Menantang Maut Demi Rekor

Dilansir eastriding.gov.uk, sejak kecil, Jim -anak tunggal dari konsultan engineer asal Glasgow, Skotlandia- memang sudah memiliki minat luar biasa besar terhadap dunia penerbangan. Ia pun menempuh pendidikan Akademi Glasgow dan Akademi Edinburg dengan mudah. Setelah itu, Jim bergabung dengan Royal Air Force (RAF) pada usia 18 tahun dan menjadi perwira termuda.

Jim juga menjadi instruktur terbang termuda pada usia 22 tahun saat bergabung dengan Central Flying School (CFS). Karir Jim terus meroket dan sempat dikirim RAF Reserve untuk mengabdi di maskapai komersial, Eyre Peninsular Airways dan Australian National Airways.

Memasuki usia ke-26, jiwa petualang Jim mulai memberontak. Ia mencetak rekor terbang selama delapan hari 19 jam untuk penerbangan Australia-Inggris. Pada Maret 1932, ia kembali mencetak rekor terbang empat hari 17 jam untuk penerbangan dari Inggris ke Cape Town, Afrika Selatan.

Di tahun yang sama, Jim, yang dikenal sebagai pemabuk berat, memulai perjalanan mencetak rekor dunia terbang solo melintasi Atlantik Utara dan Selatan. Saat itu, penerbangan dimulai pada 18 Agustus 1932, dari Portmarnock, Irlandia ke Pennfield, New Brunswick, Kanada. Penerbangan dari Timur ke Barat Atalantik Utara ini ditempuh selama 31 jam menggunakan pesawat de Havvilland Puss Moth atau yang biasa juga disebut “The Hearts Content”.

Rekor penerbangan Jim Mollison berlanjut pada 6 Februari 1933. Dengan menggunakan pesawat yang sama saat melintasi Atlantik Utara, Jim berhasil melintasi Timur ke Barat Atlantik Selatan dari Inggris ke Brazil dengan transit di Afrika dalam waktu tiga hari 13 jam. Pesawat pun mendarat di Brazil -tak disebutkan dengan jelas di kota mana- pada 9 Februari 1933 dan Jim Mollison ‘sang pemabuk’ pun resmi mencatat rekor dunia terbang solo melintasi Atlantik Utara dan Selatan.

Terkait predikat ‘sang pemabuk’ yang disematkan publik kepadanya, terdapat cerita kelam dan menggelitik. Cerita kelam sebagai orang yang gemar mabuk mungkin salah satunya adalah saat ia harus cerai dengan istrinya yang juga seorang penerbang gila rekor, Amy Johnson. Istrinya diketahui seorang good girl dan tentu saja ia gerah melihat suaminya mabuk tanpa henti hingga harus dihentikan dengan sebuah perceraian.

Baca juga: ‘Berkat’ Wabah Corona, Boeing 787 Dreamliner Air Tahiti Nui Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh

Adapun cerita menggelitik terkait kegemarannya mabuk-mabukan salah satunya mungkin saat ia tengah berada di medan perang. Pada tahun 1941, ketika ia ditugaskan menjadi co-pilot, pesawat angkut Avro Anson yang dikemudikan ia dan pilot Diana Barnato Walker ditembaki oleh tentara Jerman. Pesawat akhirnya mendarat darurat di medan perang dan rusak berat. Namun, ketika itu terjadi dan 12 tentara keluar dari pesawat yang hancur untuk berlindung dari musuh, Jim justru mencari minuman.

Meski demikian, Jim Mollison tetaplah seorang penerbangan legendaris Skolandia. Selain diabadikan dalam buku rekor penerbangan global, namanya juga abadi di Skolandia usai dijadikan nama jalan.