Dreamliner Norwegian Tinggalkan Bagasi di London Gatwick, 70 Penumpang Tiba di Singapura Kebingungan

(Aviation Tribune)

Sebuah pesawat Boeing 787 Dreamliner dari Gatwick, Sussex (Inggris) tujuan ke Singapura berangkat tepat sebelum tengah malam pada Senin (12/11/2018) kemarin harus meninggalkan sebagian barang yang diangkut dalam kargo. Pasalnya pesawat Norwegian ini memuat bahan bakar penuh untuk perjalanan panjangnya selama 12 jam. Bandara Gatwick yang memiliki dua landasan pacu tersebut hanya mengoperasikan salah satunya yakni yang lebih pendek.

Baca juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

Sebab landasan pacu utama harus ditutup dari pukul 10.30 malam hingga pukul 06.00 pagi waktu setempat untuk pemeliharaan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (17/11/2018), karena menggunakan landasan pacu yang lebih pendek, pesawat harus mengurangi berat bawaannya agar sesuai batas yang ditetapkan. Kapten pesawat memerintahkan barang bawaan dari 70 orang penumpang dikeluarkan dari kargo.

Seorang penumpang bernama Sophie Webb yang terbang dalam pesawat tersebut tujuan Singapura tidak tahu barang bawaannya ditinggal. Dirinya sempat menunggu di korsel klaim bagasi untuk beberapa waktu sebelum diberi tahu ada 70 atau lebih nama penumpang yang barang bawaannya ditinggalkan. Webb merasa dirinya dirugikan dan menyelesaikan laporan ketidakberesan barang bawaannya tersebut sebelum meninggalkan bandara.

“Saya menghubungi meja bantuan di Singapura, tetapi tidak mendapat jawaban. Saya pergi membeli pakaian baru karena tidak ada yang dipakai,” aku Webb.

Dia mengatakan, ketika ibunya kembali ke Inggris dan bisa bertemu pihak Norwegian, dirinya diberitahu bahwa tasnya akan tiba dalam lima hari. Karena tidak nyaman, Webb kemudian diberitahu untuk mengklaim biaya apapun dari asuransi perjalanan yang bukan maskapai penerbangan. Berdasarkan Konvensi Montreal yang berlaku, sebuah maskapai penerbangan, dalam hal ini Norwegia, tidak bertanggung jawab atas bagasi tertunda jika tidak dapat membuktikannya.

Baca juga: Garuda Indonesia Lakukan Pengembalian 3.929 Barang Bawaan Penumpang yang Tertinggal di Kabin

“Kami ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada penumpang karena keterlambatan dalam kedatangan sejumlah kecil bagasi terdaftar di penerbangan kami di Gatwick ke Singapura pada hari Senin 12 November. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa penumpang yang terkena dampak dipersatukan kembali dengan bagasi mereka sesegera mungkin,” ujar juru bicara Norwegia.

Bandara Gatwick mengatakan bahwa ketika staf lapangan diberitahu tentang keberangkatannya yang terlambat ke Singapura, mereka mengatur landasan utama bandara untuk tetap terbuka untuk mengakomodasi take-off. Seandainya ini sudah diketahui sebelumnya, bagasi bisa tinggal di dalam pesawat.