Fase Uji Coba, Komuter SMRT Akan Lewati Skrining Keamanan di Beberapa Stasiun

Ilustrasi skrining keamanan. Sumber: Channel News Asia

Jika selama ini skrining keamanan lazimnya kita temui di bandara-bandara saja, namun keputusan Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan tentang pengadaan skrining keamanan di stasiun MRT baru-baru ini menuai pergunjingan. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa proses skrining semacam ini akan menambah waktu perjalanan para komuter, menambah panjang antrean, dan sejumlah hambatan lain yang berhubungan dengan waktu. Tapi di sisi lain, hal ini akan meningkatkan keamanan secara keseluruhan.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewasia.com (20/11/2018), adapun masa uji coba dari skrining keamanan ini akan berlangsung selama enam bulan kedepan, tercatat mulai dari awal November kemarin. Sejumlah penumpang yang dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan skrining ini, persis seperti apa yang biasa penumpang lakukan di dalam bandara. Penumpang akan masuk ke detektor logam, dan barang bawaan mereka akan dimasukkan ke dalam scanner X-Ray.

Tidak hanya menjalankan program uji coba ini, Menteri Khaw Boon Wan juga mendapatkan mandat dari Anggota Parlemen untuk meminimalisir keterlambatan pemberangkatan dan ketidaknyamanan penumpang selama uji coba skrining keamanan dari Land Transport Authority (LTA) ini berlangsung. Pun dengan peningkatan kapabilitas operator transportasi dalam menghadapi ancaman keamanan.

“Skrining keamanan akan menambah waktu perjalanan penumpang. Ini adalah keseimbangan yang harus kita capai antara keamanan dan efisiensi publik,” ujar Menteri Khaw Boon Wan.

“Karena pada akhirnya, komuter menjadi ‘lebih akrab’ dengan proses skrining keamanan semacam ini, kami berharap waktu pemeriksaan ini dapat dilakukan sesingkat mungkin,” tandasnnya.

Sebenarnya, skrining keamanan semacam ini bukanlah hal baru bagi penumpang, menurut Menteri Khaw Boon Wan, namun meminimalisir waktu pemeriksaan sehingga tidak mengganggu jadwal para penumpang inilah yang menjadi tantangan utamanya.

Baca juga: Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

“Uji coba selama enam bulan ini akan memungkinkan LTA dan Public Transport Operators untuk menyempurnakan operasi keamanan dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan respon mereka terhadap ancaman keamanan yang meningkat,” tutur Menteri Khaw Boon Wan.

Wakil direktur divisi keamanan transportasi umum LTA, Joseph Goh memastikan bahwa perjalanan para komuter tidak akan terjebak dalam suatu antrean panjang akibat uji coba skrining keamanan ini pada awal bulan November kemarin.