Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Sumber: tribunnews.com

Senin (10/4/2017) kemarin, dunia media sosial dihebohkan dengan video seorang penumpang pesawat yang mendapat perlakuan tidak patut oleh petugas bandara. Bagaimana tidak, pria tersebut diseret secara kasar oleh petugas keamanan bandara Internasional O’Hare, Chihago, Amerika Serikat. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata maskapai United Airlines tujuan Louisville tersebut sudah padat atau overbooked. Kejadian ini terjadi pada Ahad (9/4/2017) kemarin.

Menurut data yang dilansir dari berbagai sumber, salah satunya adalah laman usatoday.com, pria yang mendapat perlakuan di luar batas itu berprofesi sebagai dokter. Ia tengah dalam perjalanan menuju Louisville, Kentucky untuk bertemu dengan pasiennya. Namun, karena status maskapai sudah overbooked dan ada kru pesawat yang harus ikut dalam penerbangan itu, maka pihak maskapai meminta secara sukarela kepada para penumpangnya untuk memberikan empat kursi sekaligus untuk kru tersebut dan menggantinya dengan uang sejumlah $800 untuk biaya menginap di hotel dan penerbangan pada keesokan harinya.

Tidak ada satu orang pun yang ikhlas untuk memberikan bangkunya, dan pihak maskapai lalu menunjuk secara acak. Pilihan jatuh kepada sang dokter yang disinyalir berasal dari daerah Asia bernama David Dao, namun karena kepentingan tugas, ia menolak untuk memberikan kursinya kepada kru pesawat tersebut. Lalu, perdebatan kecil sempat terjadi sebelum akhirnya dokter tersebut teriak lalu diseret secara tidak manusiawi di lorong kabin. Lebih parahnya lagi, dokter ini sempat mengalami benturan di kepala saat diseret yang mengakibatkan kepalanya berdarah.

Sumber: kbknews.id
Sumber: kbknews.id

Selang 10 menit sejak kejadian penyeretan paksa itu, dokter malang tersebut kembali ke dalam pesawat sambil berlari kecil dengan tangannya yang menggenggam sepucuk surat dan berkata, “Saya harus pulang,” tuturnya dengan nada sedikit bergetar, seperti yang dilansir dari laman tribunnews.com, Selasa (11/4/2017). Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar luas di dunia maya itu, terdengar suara seorang penumpang wanita yang menanyakan mengapa pihak maskapai tidak menyediakan mobil saja untuk kru yang harus bertolak menuju Louisville itu, namun pertanyaan tersebut tidak dihiraukan oleh para petugas berperawakan tegap tersebut.

Pihak United Airlines lantas merilis pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng nama United Airlines tersebut. “Setelah tim kami mencari seorang sukarelawan, seorang penumpang menolak untuk meninggalkan pesawat secara sukarela. Kami meminta maaf atas situasi overbook tersebut,” ujar juru bicara United Airlines, Charlie Hobart, mengutip dari laman Reuters, Selasa (11/4/2017).

Adalah Jayse D Anspach, seorang penumpang yang mengunggah video tersebut ke facebook dan menuliskan, “#United kelebihan penumpang dan menginginkan empat penumpang secara sukarela memberikan kursi mereka kepada awak pesawat yang harus bekerja keesokan harinya. Tak seorang pun menyerahkan kursi atas kemauan sendiri, jadi United menentukan pilihan sendiri. Mereka memilih seorang dokter Asia dan istrinya. Dokter itu harus bekerja di rumah sakit keesokan harinya, jadi ia menolak memberikan kursinya,” tulisnya.

Tidak hanya di facebook, ia juga meluapkan kekesalannya di Twitter. “Tidak ada yang mau menjadi sukarelawan, jadi United Airlines memilih secara acak. Pilihan jatuh kepada dokter itu dan istrinya. Ketika diseret keluar, wajah pria itu terbentur sandaran tangan kursi pesawat hingga berdarah,” kicau Anspach melalui akun Twitternya. Hingga berita ini diturunkan, ada sekitar 470 ribu kicauan di Twitter yang menyertakan nama United Airlines di dalamnya.

Kejadian penyeretan ini terjadi setelah pada bulan lalu, pihak United Airlines juga mendapat kecaman karena melarang dua gadis masuk ke dalam maskapainya karena menggunakan celana legging, walaupun kedua remaja ini memiliki tiket resmi.