Eks Stasiun Kudus, Pernah Jadi Pasar dan Gudangnya Jadi Lapangan Futsal

Stasiun Kudus (wikipedia)

Baru-baru ini PT KAI Daop IV Semarang menghadirkan angkutan terusan bagi pelancong atau masyarakat dari Demak, Kudus dan Pati menuju ke Stasiun Semarang Poncol dan Tawang. Kehadiran ini membuat banyak pertanyaan apakah tidak ada stasiun Kudus sehingga harus menggunakan angkutan terusan?

Baca juga: Jalur Mau Dihidupkan, Stasiun Demak Justru Sudah Menjadi Kafe

Ternyata dulu ada Stasiun Kudus tetapi kini sudah mati alias tak lagi beroperasi. KabarPenumpang.com  merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Kudus dibangun tahun 1883 silam dan dibuka pada tahun 1919 lalu yang mempunyai cabang ke Mayong. Pada masa Hindia Belanda stasiun ini dimiliki oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij.

Asal usul stasiun ini terdiri atas dua periode dimana yang pertama adalah pembangunan dua jalur kereta api yakni Jurnatan-Juwana dan Kudus-Mayong yang dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. Jalur Demak–Kudus selesai pada tanggal 15 Maret 1884 dan dilanjut menuju Juwana pada tanggal 19 April 1884. Selanjutnya, dibangun jalur cabang menuju Mayong pada tanggal 6 September 1887.

Stasiun Kudus yang juga dikenal dengan Stasiun Wergu karena terletak di Wergu Wetan, berada di ketinggian +16,37 mdpl dan merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar. Nonaktifnya stasiun ini pada tahun 1986, dikarenakan sejak tahun 1980, penumpang turun drastis disebakan adanya pelebaran jalan dan makin banyaknya kendaraan pribadi serta angkutan umum.
Stasiun ini dulu mempunyai dipo lokomotif tetapi kini telah beralih fungsi menjadi kios, sementara emplasemennya berubah menjadi karoseri bak truk. Selain dipo, stasiun ini juga mempunyai sebuah gudang yang dahulu digunakan untuk menyimpan hasil bumi dan kini digunakan untuk lapangan futsal.

Di sebelah utara Stasiun Kudus masih berdiri tegak tiang sinyal mekanik. Tak hanya itu, bangunan stasiun ini pernah dijadikan sebagai pasar sejak 1993. Untuk menandai bekas stasiun, pasar ini dikenal sebagai Pasar Stasiun Wergu. Emplasemen dan peron stasiun dulu dipenuhi lapak-lapak pedagang dan kantor kepala stasiun dulu dipakai untuk kantor pengelola pasar.

Baca juga: PT KAI Sambungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati dengan Angkutan Terusan

Namun kini keadaan stasiun berubah drastis setelah 2017 ditinggal para pedagang pasar yang sudah direlokasi ke pasar baru didekat GOR Wergu Kudus. Tak hanya itu, tahun 2018 lalu, sempat ada kabar, bekas Stasiun Kudus akan diajadikan pusat bisnis dan perekonomian oleh PT KAI. Nantinya pun bila menjadi pusat bisnis, bangunan stasiun ini harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari cagar budaya.