Enam Jam ‘Terombang-Ambing’ di Udara, KLM Flight 591 Akhirnya Return to Base ke Amsterdam

Boeing 777 milik KLM. Sumber: istimewa

Sebuah pesawat Boeing 777 yang dioperasikan oleh maskapai asal Negeri Kincir Angin, KLM dikabarkan terpaksa melakukan Return to Base (RTB) setelah ditemukannya masalah di dalam pesawat ketika melakukan perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan pada Rabu (7/8) kemarin. KLM Flight 591 ini memang merupakan bagian dari operasi harian rutin dari Amsterdam menuju Johannesburg dan membutuhkan waktu penerbangan 10 jam hingga 10 jam 30 menit. Namun kala itu, penerbangan hanya memakan waktu enam jam 13 menit – dan tidak sampai di salah satu kota terbesar di Afrika Selatan.

Baca Juga: Tersinggung Ditawari Selimut Saat Menyusui, Penumpang KLM Curhat di Facebook!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (12/8), pilot penerbangan sempat sempat berputar-putar terlebih dahulu di udara sebelum pada akhirnya memutuskan untuk RTB menuju Amsterdam. Jika dilihat dari laman pelacakan pesawat, FlightRadar24.com, pilot melakukan U-turn ketika pesawat melintas di atas Aljazair sebelum kembali menuju Amsterdam. Ketika pesawat melintas di atas Perancis, tampak pesawat sedikit berbelok ke arah Paris dan meneruskan perjalanannya kembali ke Belanda.

KLM Flight 591 ini sendiri bertolak dari Amsterdam pada pukul 10.13 waktu setempat dan kembali pada pukul 16.26 waktu setempat. Setibanya (kembali) di Amsterdam, pihak maskapai terpaksa membatalkan penerbangan tersebut dengan alasan keselamatan penumpang.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada KLM Flight 591? Menurut keterangan yang berhasil di dapat, pilot menuturkan ada error pada kedua radar cuaca. Selain itu, sang pilot juga menambahkan bahwa indikator kuantitas bahan bakar pesawat mengalami kerusakan.

Ternyata, ini bukanlah yang pertama kali menimpa maskapai KLM. Sebelumnya, Boeing 747 yang pada tanggal 30 Juli kemarin dijadwalkan untuk bertolak menuju Nairobi, terpaksa memutar arah kembali ke Yunani dan Frankfurt sebelum akhirnya kembali menuju Amsterdam.

Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa pesawat tidak melanjutkan saja penerbangan menuju Johannesburg atau Nairobi?”

Jawabannya sederhana, menimbang keselamatan penerbangan. Pihak maskapai enggan gambling menyoal keselamatan penumpang dan keutuhan armada yang dioperasikannya.

Baca Juga: Tidak Bawa Air Bersih, Cathay Pacific CX253 Terpaksa Return to Base!

Pertanyaan lain adalah, “Mengapa pesawat harus kembali menuju Amsterdam? Mengapa tidak dibetulkan saja di bandara terdekat?”

Sebenarnya ada banyak hipotesa untuk pertanyaan ini, mulai dari keandalan kru darat dalam menangani satu pesawat, hingga upaya pihak maskapai untuk menekan angka perbaikan. Bukankah perbaikan di ‘rumah’ sendiri jauh lebih murah ketimbang di tempat lain?