Entaskan Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Canangkan Penggunaan Pod Taxi

Ilustrasi Pod Taxi. Sumber: team-bhp.com

Di era yang sudah serba modern seperti saat ini, tidak sedikit golongan-golongan kreatif yang berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, tidak terkecuali di sektor transportasi. Seperti yang baru saja diungkapkan oleh Bruhat Bengaluru Mahanagara Palike (BBMP), sebuah badan kemasyarakatan kota Bangalore, dimana mereka hendak mengadakan sebuah moda transportasi berbentuk pod taxi.

Baca Juga: Macet Parah Menuju Bandara, Bangalore Tawarkan Layanan Antar Jemput via Helikopter

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thenewsminute.com (13/11/2017), Menteri Pembangunan Bangalore, KJ George mengatakan bahwa mereka telah membuka tender global untuk pemasangan pod taxi di kota kelima terbesar di India yang pada tahun 2016 dihuni oleh 12,5 juta penduduk ini. “BBMP membuka penawaran untuk penerapan sistem Rapid Transport di Bangalore berdasarkan Design, Build, Finance, Operate and Transfer (DBFOT) berbasis model PPP,” tukas George dalam sebuah cuitannya di media sosial Twitter.

Pada bulan Oktober silam, BBMP meminta Direktorat Transportasi Darat Kota untuk menyiapkan dokumen untuk proyek tersebut, sehingga persetujuan kabinet dapat diperoleh. “Awalnya, Indian Institute of Science ditunjuk untuk menilai kelayakan proyek pengadaan pod taxi ini. Setelah mengajukan laporan kelayakan, kami meminta tender. BBMP tidak akan mengeluarkan satu sen untuk proyek ini. Perusahaan yang mengambil alih proyek harus menanggung biaya,” tutur Komisaris BBMP, Manjunath Prasad. “Setelah proses tender selesai, Direktorat Transportasi Darat Kota akan menyerahkan laporan akhir kepada kabinet untuk mendapatkan persetujuannya,” imbuhnya.

Adalah Metrino, sistem pengangkutan cepat otonom layaknya sebuah kereta gantung yang diusulkan dengan perkiraan biaya sebesar Rs 1.700 crore atau setara dengan Rp3,5 triliun. BBMP telah mengusulkan enam rute yang nantinya akan dilayani oleh pod taxi ini, mencakup Trinity Circle ke Leela Palace, Leela Palace ke Marathahalli Junction, Marathahalli Junction ke EPIP Graphite India Road, Trinity Metro Station ke Koramangala/HSR Layout, Jayanagar 5th Block ke JP Nagar 6th Phase, dan Sony Signal ke Indiranagar Metro Station.

Manjunath juga mengatakan bahwa pembangunan proyek ini akan memakan waktu sekitar dua tahun. Perkiraan masa konsesi BBMP untuk penawar tersebut akan sampai 50 tahun, dimana pendapatannya akan dibagi rata oleh BBMP, Pemerintah Karnataka dan perusahaan swasta yang terlibat. Proyek ini diperkirakan merogoh kocek sekitar Rs 50 crore per kilometer atau setara dengan Rp103,6 juta per kilometernya.

“Sebut saja JPODS Inc, Ultra Fairwood, dan SkyTran sudah menunjukkan niatnya untuk mengerjakan proyek ini. Populasi kota kian meningkat dan memiliki masalah konektivitas. Pod taxi diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Di negara-negara Eropa, sistem ini populer tapi mahal karena populasinya juga rendah, sedangkan populasi Bangalore sangatlah besar, yang bisa membuatnya menjadi lebih terjangkau,” tutur Chief Engineer BBMP dari Departemen Pelebaran Jalan, BS Prahallad.

Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!

Ada banyak golongan yang meragukan keberhasilan dari proyek yang mereka nilai tidak efektif ini, namun keraguan tersebut langsung dibantah oleh CEO Namma Bangalore Foundation, Sridhar Pabbisetty. “Alih-alih berfokus pada taksi polong, pemerintah harus memastikan bahwa kota ini memiliki sistem perkeretaapian pinggiran kota yang baik untuk mengurangi kemacetan,” paparnya.