Evolusi Sayap Pesawat dari Waktu ke Waktu – Mulai dari Kayu Hingga Material Komposit

0
Scimitar Winglet. Sumber: trbimg.com

Bagi Anda yang gemar duduk di samping jendela ketika mengudara, mungkin sebagian dari Anda akan memperhatikan bagian sayap, dimana di setiap ujungnya memiliki bentuk yang berbeda dari satu jenis pesawat dengan jenis lainnya. Nah, bagian yang disebut wingtip ini memang memiliki bentuk yang bervariasi dan memiliki fungsinya tersendiri. Seolah mengikuti badan pesawat serta segala teknologi yang tersemat di dalamnya, wingtip ini juga tidak lekang oleh perubahan dan evolusi yang membawanya menuju perjalanan udara yang lebih nyaman.

Baca Juga: BEHA_M1H, Pesawat Paling Ramah Lingkungan yang Gunakan Model Sayap Unik!

Mungkin Anda masih ingat dengan gambar-gambar tentang pesawat pertama yang dikembangkan oleh Orville dan Wilbur Wright, dimana sayap pesawat masih bertumpuk dua dan masih menggunakan lembaran kayu. Sayap dua lapis yang digunakan oleh Wright bersaudara ini ditopang oleh lebih dari 10 tiang penyangga. Ya, inilah cikal bakal perkembangan pesawat hingga yang dapat Anda nikmati saat ini. Faktanya adalah, penerbangan perdana Wright bersaudara ini berlangsung selama 12 detik dan menempuh jarak hingga 120 kaki atau yang setara dengan 36,5 meter.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman theengineer.co.uk, perkembangan demi perkembangan terus terjadi dan fokus efisiensi perjalanan menjadi hal terdepan untuk dipertimbangkan. Selain itu, varian yang terdapat pada wingtip ini juga dapat memberikan kenyamanan dalam mengudara yang berbeda-beda.

Penggunaan Material Komposit

Sebelum melangkah lebih jauh ke jenis-jenis wingtip, pengenalan material komposit canggih telah terbukti mengurangi bobot sayap pesawat secara keseluruhan. Dengan bobot sayap yang bisa di-reduce secara signifikan, maka secara otomatis bahan bakar yang diperlukan untuk melakukan operasi juga bisa dikurangi. Dengan begitu, pihak maskapai dapat melakukan penghematan biaya operasi ketika menggunakan pesawat bermaterikan material komposit.

Penggunaan material komposit ini juga lambat laun merambah ke bagian lain di pesawat, seperti body dan tail wing. Semakin ringan beban angkutnya, maka hal tersebut akan mengurangi gaya angkat yang diperlukan. Ternyata, permintaan dari para eksekutif maskapailah yang pada awalnya melatarbelakangi hadirnya material komposit ini pada badan pesawat, karena mereka menginginkan pengoperasian yang efisien bahan bakar dan ramah kocek.

Jenis-Jenis Wingtip

Wingtip Fence

Wingtip Fence dari maskapai EasyJet. Sumber: Aviation Stack Exchange

Sebagaimana yang bisa Anda lihat pada gambar di atas, winglet ini tampak seperti sirip tambahan yang tegak lurus dengan bentuk sayap dan dilengkapi dengan sejumlah ‘ekor tikus’. Contoh pesawat yang menggunakan winglet jenis ini adalah Airbus A319.

Blended Winglets

Blended Winglet dari Airbus A350XWB. Sumber: Wikipedia

Merupakan jenis winglet yang berupa perpanjangan dari sayap dan ditekuk ke arah atas sayap. Contoh pesawat yang menggunakan winglet jenis ini adalah keluarga Boeing 737 NG.

Raked Wingtip

Raked Wingtip. Sumber: Aviation Stack Exchange

Winglet yang berupa perpanjangan sayap ini memiliki sudut agak lebih tinggi di bagian ujung sayap. Winglet jenis ini adalah salah satu dari teknologi Boeing yang digunakan pada pesawat terbarunya yaitu 787 dan 747-8.

Baca Juga: Stratolaunch, Pesawat dengan Sayap Terlebar di Dunia Sukses Terbang Perdana

Menyoal penggunaan wingtip yang berbeda dari setiap pesawat ini, tidak lain dan tidak bukan ditujukan untuk memberikan kenyamanan lebih terhadap penumpang karena dipercaya bisa memecah turbulensi dengan bentuknya masing-masing.

 

LEAVE A REPLY