Fasilitasi Olimpiade 2020, Tokyo Canangkan Penggunaan Mobil Otonom

0
Sumber: mobilemarketingmagazine.com

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang robotik, ZMP mengaku bekerja sama dengan sebuah operator taksi di Tokyo guna meluncurkan sebuah layanan taksi otonom yng akan dioperasikan dalam perhelatan Olimpiade 2020 mendatang. Pemilihan penggunaan taksi tanpa pengemudi pun seolah ditunjang dengan krisis tenaga kerja yang tengah menghantam Jepang, karena populasi pengemudi yang semakin merosot akibat termakan usia.

Baca Juga: Lihat Dampak Pada Kota, iCity-CATT Akan Tinjau Teknologi Pada Mobil Otonom

Kehadiran teknologi semacam ini tentu membawa angin segar bagi beberapa perusahaan terkait yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang mendorong kesejahteraan perusahaannya. Walaupun terdengar amat modern, namun perusahaan semacam ini harus kuat menghadapi kerasnya persaingan melawan salah satu raksasa pelayanan jasa transportasi berbasis aplikasi, Uber. Terlebih jika di masa yang akan datang, pemerintah sudah mengeluarkan sebuah payung hukum yang mengizinkan pengoperasian dari ride-sharing untuk beroperasi di seluruh negeri.

CEO ZMP, Hisashi Taniguchi mengatakan taksi dengan dan tanpa pengemudi sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing, dan jika digabaungkan, maka kedua perusahaan ini bisa menjadi sebuah terobosan baru. “Taksi otonom dan industri taksi bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama,” tutur Hishashi seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman fortune.com (15/6/2017), sesaat setelah dirinya mengumumkan kemitraan ZMP dengan Hinomaru Kotsu.

Hingga saat ini, Hinomaru memiliki 607 mobil, dan itu hanyalah satu dari sepuluh perusahaan armada taksi di Tokyo. Namun, dengan banyaknya armada yang mereka miliki tenaga kerja mereka tetaplah kurang. “Kami telah mencoba untuk memperbaiki keragaman dengan mempekerjakan lebih banyak lulusan baru, seperti wanita dan orang asing, tapi ini tidak akan cukup untuk menutupi kekurangan tenaga kerja,” kata Presiden Hinomaru, Kazutaka Tomita. “Kami harus mengimbangi kekurangan pasokan dengan menggunakan teknologi penggerak otonom (taksi otonom),” tambahnya.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

ZMP mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak pengemudi otomatis berdasarkan kamera laser dan stereo, yang diharapkan dapat dijual ke perusahaan transportasi dan mobil. Di sebuah negara yang terkenal karena industri otomotif sebagai daya tariknya dengan robot, ZMP adalah satu dari beberapa start-up yang mengembangkan mobil otonom untuk bersaing dengan perusahaan asing, termasuk U.S. ‘ NuTonomi dan China’s Future Mobility.

ZMP telah menguji kendaraan otonom yang juga memiliki kursi pengemudi di jalan-jalan di Tokyo sejak 2016, dan berencana untuk membuat armada taksi semacam itu untuk mengangkut atlet dan tamu untuk perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Ia berharap bisa mengetes mobil otonom tahun ini. Rencana taksi self-driving milik ZMP menemukan halangan pada awal tahun ini ketika kehilangan kemitraan dengan pengembang perangkat lunak game DeNA Co, yang berpasangan dengan Nissan Motor untuk mengembangkan layanan untuk mobil penggerak otonom.

Leave a Reply