Gandeng Hyundai Robotics, Restoran KFC Gunakan Robot untuk Goreng Ayam

0
KFC dan Hyundai Robotics tanda tangan nota kesepahaman (foodserviceequipmentjournal.com)

Ketika robot mulai menunjukkan eksistensinya, restoran cepat saji ikut menggunakan teknologi baru ini. Salah satunya adalah KFC (Kentucky Fried Chicken), dimana robot digunakan untuk menggoreng ayam di dapur. Robot terlihat setelah restoran cepat saji itu menandatangani perjanjian penting yang menunjukkan keseriusan mereka di masa depan.

Baca juga: Restoran di Stasiun Higashikoganei Punya Robot yang Bisa Buat Mie Soba

KFC memandatangani nota kesepahaman untuk penelitian dan kerja sama dalam produksi otomatis dengan perusahaan Korea Hyundai Robotics yang berspesialisasi dalam robotika industri. Dilansir KabarPenumpang.com dari foodserviceequipmentjournal.com (18/11/2020), kerja sama ini membuat mereka mengeksplorasi bagaimana robot kolaboratif dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam proses produksi ayam goreng.

tangan robot mencoba penggorengan (foodserviceequipmentjournal.com)

Selain itu, robot juga untuk diperankan dalam pengaturan proses dan peralatan memasak guna meningkatkan efisiensi kerja di dapur. Hyundai Robotics akan bertugas merancang proses memasak yang efisien dan menstandarkan prosedur operasional, sementara KFC akan menyediakan keahlian manufaktur dan fasilitas penjualan.

Tak hanya itu, Hyundai Robotics berencana untuk menambahkan teknologi penginderaan penglihatan untuk mengotomatiskan proses pemilahan produk ayam dan secara bertahap memperluas penerapan teknologi terkait ke proses pembuatan.

KFC berpendapat bahwa penggunaan robot dalam proses memasak, yang risikonya tinggi dan tugasnya berulang, dapat meningkatkan stabilitas dan efisiensi. Ini juga akan memungkinkan pesanan diproses lebih cepat dan lebih akurat.

Hyundai Robotics memberikan pengalaman yang luas di pabrik pintar, di mana robot membuat robot lain, tetapi kesepakatan dengan KFC merupakan terobosan pertamanya ke pasar ‘teknologi makanan’. COO Seo Yoo Seong mengatakan penelitian menunjukkan bahwa pasar teknologi makanan diharapkan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata enam persen, mencapai nilai $250 miliar pada tahun 2022.

“Covid-19 telah memberi kami peluang baru yang disebut ‘food tech’ karena adanya pergeseran pola konsumsi. Kami akan menggunakan kerja sama ini untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi robotika dan berekspansi ke industri baru,” ujarnya.

Khususnya saat ini konsep koki robotik terus mendapatkan minat di sektor makanan cepat saji. Jaringan White Castle AS baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mereka akan memasang asisten dapur pemanggang dan penggorengan otonom di sepuluh lokasi setelah uji coba teknologi yang berhasil selama pandemi.

Baca juga: Sofitel Sydney Darling Harbour Gunakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Hotel

Perusahaan berencana untuk mengimplementasikan Flippy Robot-on-a-Rail (ROAR) versi baru Miso Robotics ke beberapa dapur untuk meningkatkan kecepatan produksi, memberdayakan tim di belakang meja, dan mempertahankan kualitas dan rasa yang konsisten.

Leave a Reply