Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!

Stasiun Pasing di Jerman (Youtube)

Sebagai salah satu moda transportasi murah dan cepat sampai di tujuan karena tidak terkena macet, kereta menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan. Meski begitu, keterlambatan atau penundaan keberangkatan karena berbagai hal kerap tak terelakkan.

Baca juga: Marak Kecelakaan di Peron, Otoritas Kereta di Inggris Himbau Warganya Tak Terlalu Mabuk

Masalah ini bisa mengakibatkan penumpang terlambat menaiki kereta dan kerugian yang cukup besar pada penyedia jasa kereta api. Nah, bagaimana jadinya jika karena seorang penumpang mabuk bisa menyebabkan perjalanan kereta harus dihentikan selama 1.280 menit atau sekitar 21 jam?

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan hal itu tersebut terjadi. Tetapi ternyata ini terjadi di Jerman tepatnya di dekat stasiun Pasing Munich, dan membuat pihak kepolisian menutup semua lalu lintas di stasiun demi mencari pria tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman theguardian.com (7/5/2018), bahwa pada Minggu pagi 6 Mei 2018 kemarin, pihak kepolisian Munich menerima panggilan darurat pada pukul 05.20 pagi waktu setempat. Telepon itu berasal dari seorang pria yang melaporkan dirinya terbangun di sebuah kontainer di kereta dekat stasiun Pasing.

Stasiun Pasing sendiri diketahui merupakan stasiun terbesar ketiga terbesar di Munich. Pria berusia 25 tahun tersebut tidak bisa keluar dan sudah sangat mabuk ketika dirinya masuk ke dalam kontainer sehingga tidak yakin ada dimana.

Tak mau mengambil risiko, pihak kepolisian Munich harus menghentikan lalu lintas kereta api dan mencari pria tersebut dari satu kereta ke kereta lain dan menemukannya pada pukul 06.20 pagi pada 7 Mei 2018 kemarin. Karena insiden tersebut, lalu lintas kereta api yang terdampak ada 86 dengan 37 pembatalan perjalanan kereta dan 21 pembatalan parisal atau sementara.

Baca juga: Adu Jotos Ketika Mabuk, Dua ‘Pegulat Amatir’ ini Nyaris Tertabrak Kereta!

Insiden ini membuat si pria yang tak disebutkan namanya tersebut mendapatkan tuduhan terkait dengan pelanggaran yang dilakukannya. Di Inggris sendiri untuk warganya yang mabuk, otoritas mengingatkan agar warga waspada saat berada di stasiun.

Mereka juga mengatakan agar tidak terlalu mabuk, sebab hal ini bukan hanya bisa mencelakakan diri sendiri melainkan bisa mencelakakan orang lain dan menghambat perjalanan kereta api. Diketahui, kecelakaan yang melibatkan penumpang mabuk di Inggris sendiri mengalami luka serius seperti menyalahgunakan fasilitas di stasiun hingga tergelincir di peron, tangga bahkan eskalator.