Gigit Polisi dan Penumpang di Kereta Api, Remaja Pria Diganjar 60 Jam Kerja Tanpa Bayaran

(East Anglian Daily Times)

Melakukan pekerjaan tanpa bayaran sebagai sebuah hukuman atau sanksi, bisa saja di jatuhkan kepada orang-orang yang melanggar aturan dan membuat keributan di suatu ruang publik. Hukuman seperti ini baru saja dilayangkan pada seorang remaja pria berusia 18 tahun karena menggigit seorang penumpang dan petugas kepolisian.

Baca juga: Akibat Kabel Charger, Kondektur Kereta Sampai Layangkan Bogem ke Penumpang

Insiden remaja menggigit penumpang dan polisi tersebut terjadi di dalam kereta antara Ipswich dan Norwich. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman eadt.co.uk (4/12/2018), remaja bernama Marcus Haxell berasal dari Rede Way di Great Cornard dan kemudian menggigit lengan serta jari Andrew Barrow yang merupakan seorang polisi dan meninju wajahnya.

Saat itu Barrow akan melerai keributan antara Haxell dengan temannya saat mereka bepergian menggunakan kereta pada Minggu (5/8/2018) lalu pukul 21.47 malam waktu setempat. Polisi itu naik kereta itu dari Stasiun Stowmarket tempat Haxell mulai kehabisan napas dan menolak meninggalkan kereta sampai akhirnya dia menggigit PC Donna Jackson teman yang pergi bersamanya.

Di pengadilan, Haxell mengakui melakukan serangan tersebut sebelum hakim David Allan mengatakan, remaja tersebut memiliki masalah kesehatan mental jangka panjang. Ini berkontribusi terhadap perilakunya dan baru mulai ditangani sejak kejadian Haxell menggigit teman dan seorang polisi.

Karena masalah ini, Haxell mau tak mau harus bekerja sukarela tanpa dibayar selama 60 jam kemudian harus mengikuti kegiatan rehabilitasi selama 25 hari serta membayar kompensasi sebesar £100 untuk setiap korban.

Beberapa waktu lalu juga, adu jotos terjadi antar dua orang penumpang di dalam kereta api Hammersmith yang melaju melalui East London menuju Barking. Keduanya ribut karena salah satu diantaranya menyebutkan rasis kepada seorang teman perempuannya.

Baca juga: Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron

Adu jotos tersebut tidak hanya terjadi di dalam kereta, saat berhenti di Stasiun West Ham, wanita tersebut turun bersama temannya dan mendengar kembali kata-kata rasis. Kemudian pria yang tidak senang teman wanitanya diganggu, melanjutkan pertengkaran mereka di peron. Hingga petugas keamanan datang, keduanya diamankan untuk diperiksa.

Kejadian keduanya direkam oleh seorang dokter gigi yang mengatakan, perbuatan keduanya benar-benar tidak dapat diterima dan memalukan. Sebab membuat ratusan orang berisiko dan menyusahkan yang lainnya.