Gunakan Scimitar Winglet, Boeing Maksimalkan Efisiensi Bahan Bakar

Penerapan Scimitar Winglet Dapat Mendukung Efisiensi Bahan Bakar
Boeing 737 MAX

Jika Anda pernah duduk di samping jendela selama berada di dalam pesawat, tentu pemandangan yang menyita perhatian selain hamparan awan adalah sayap pesawat. Baik Anda duduk di barisan depan atau di paling belakang sekali pun, sayap pesawat akan selalu hadir menghiasi pemandangan Anda selama mengudara.

Baca Juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Nah, jika diperhatikan, ada dua jenis sayap pesawat yang biasanya Anda temui dewasa ini. Ada yang memiliki winglet, apa pula yang tidak. Winglet sendiri merupakan salah satu bagian terujung dari sayap pesawat yang berdiri tegak. Kebanyakan, pesawat-pesawat jaman sekarang sudah menggunakan teknologi winglet yang teruji dapat menekan angka pengeluaran bahan bakar selama mengudara.

Semakin melambungnya harga minyak dunia dalam beberapa tahun ke belakang membuat orang-orang di manufaktur produksi pesawat seperti Boeing dan Airbus memutar otak untuk menciptakan inovasi yang dapat menunjang efisiensi bahan bakar. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Boeing hadir dengan teknologi Scimitar Winglet, varian pada sayap pesawat yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Dari tampilan fisik, pengaplikasian teknologi ini dapat dilihat dari ujung sayapnya yang bercabang. Tujuan dari pemasangan Scimitar Winglet ini adalah untuk mereduksi vortex airflow yang biasanya menjadi hambatan udara pada saat pesawat melaju di kecepatan tinggi. Hambatan udara inilah yang akhirnya menjadikan pesawat lebih boros bahan bakar karena harus mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

Sebelum inovasi Winglet ini diproduksi secara massal pada seri B737 MAX, perusahaan yang berbasis di Chicago, Illinois, Amerika Serikat ini telah terlebih dahulu menginstalasinya di beberapa armada B737 Next Generation (NG) milik United Airlines dan Ryanair dalam rangka uji coba komersial.

Scimitar Winglet. Sumber: trbimg.com

Dilansir dari sumber terpisah, pemasangan Scimitar Winglet yang mendorong inkarsi aerodinamis ini dapat mengurangi biaya bahan bakar hingga 2 persen, dengan kata lain, pihak maskapai dapat menghemat kocek perusahaan mereka hingga $200 juta. Pihak Boeing sendiri mengaku bahwa pemasangan Scimitar Winglet pada seri B737 MAX dan B737 NG memberikan keseimbangan sempurna yang memaksimalkan efisiensi keseluruhan kinerja pada bagian sayap.

“Dengan pengaplikasian Natural Laminar Flow pada Winglet B737 MAX, memungkinkan aliran udara laminar menjadi lebih halus pada bagian sayap. Hal ini akan mengurangi drag (daya hambat) dan meningkatkan efisiensi bahan bakar,” terang pihak Boeing, dikutip dari laman boeing.com.

Baca Juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Dari dalam negeri sendiri, diketahui beberapa maskapai telah menggunakan varian B737 MAX untuk menunjang pengoperasian sehari-harinya, seperti Lion Air dan Garuda Indonesia. Hingga akhir tahun 2015 lalu, Boeing mengklaim telah menerima 3.000 pesanan 737 MAX dari berbagai konsumennya di seluruh dunia. Garuda Indonesia sendiri memesan B737 Max 8 sebanyak 50 unit dengan harga senilai $4,9 miliar pada kala itu.

Pihak maskapai berplat merah ini baru mengoperasikan B737 Max 8 pada 1 Januari 2018 kemarin, karena pesawat yang menjanjikan efisiensi bahan bakar ini baru tiba di Indonesia pada 26 Desember 2017 kemarin.