Hadapi Musim Kemarau, Stasiun di India Gunakan Kondensasi Untuk Pasokan Air

Salah satu stasiun di India yang mengalami kekeringan (www.thebetterindia.com)

Kekurangan air di musim kemarau sepertinya terjadi setelah adanya perubahan iklim belakangan ini. Adanya pemanasan global sehingga terkadang saat musim hujan berlebih menyebabkan banjir atau musim kemarau yang benar-benar ekstrim hingga kekeringan dimana-mana.

Baca juga: India Lakukan Survei Stasiun Terbersih, Indonesia Kapan?

Di india, tepatnya di kota Rauli, Stasiun Odisha kekurangan air saat musim panas. Air keran mengering dan sulit didapatkan baik di desa maupun perkotaan. Apalagi untuk menemukan dan mempertahankan sumber air yang konstan berkelanjutan cukuplah sulit.

Apalagi di daerah-daerah yang jauh dan memiliki medan yang berat sehingga sulit untuk digali mencari sumber air. Namun meski begitu untuk mengatasi kesulitan air di Rauli, Stasiun Odisha di jalur Koraput-Rayagada pihak East Coast Railways telah menggunakan teknologi ekstraksi dari kelembaban atmosfer.

Seorang wanita mengisi botol setelah uap diubah menjadi air (www.thebetterindia.com)

“Kami akan menyebarkannya di atas kondensor, dimana mengubah uap menjadi air dengan pertukaran panas. Mesin yang akan digunakan untuk proses ini bekerja pada tingkat kelembaban rendah yakni 50 persen,” ujar Chief Public Relations Officer East Coast Railways JP Mishra yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thebetterindia.com (22/5/2018).

Dia menambahkan, suhu mesin tersebut sekitar 32-35 derajat Celcius dan mampu menghasilkan 120 liter air per harinya. Mesin ini sendiri telah dipasang di stasiun Odisha sejak 25 April 2018.

Baca juga: Stasiun Kereta ‘Rasa Bandara Internasional’ Siap Hadir di India

Diketahui cara mendapatkan air dengan mengubah uap panas ini di usulkan oleh General manager ECoR, Umesh Sighn. Dia juga membicarakan tentang ekstraktor kelembaban atmosfer untuk menghasilkan air.

Dengan adanya mesin ini, Mishra optimis tentang metode berkelanjutan tersebut dengan mengumpulkan air dan berharap bisa mengembangkannya di stasiun lain di daerah yang juga kekurangan air. Mesin ini seharga 2 lakh atau sekitar Rp41 juta dan menjadi model pertama di jenisnya yang digunakan oleh kereta api serta di terapkan di seluruh stasiun India yang mengalamai masalah sama.

Stasiun Odisha sebelumnya bergantung pada aliran air tetapi karena tidak ada dan saat ditemukan sumber air, ternyata tidak layak konsumsi. Maka hadirnya mesin ini memecahkan masalah air di stasiun. Mishra juga ingin menawarkan hal ini kepada pemerintah untuk kepentingan nasional yang lebih besar.