Hadapi ‘Ruwetnya’ Penerbangan 20 Tahun Mendatang, Airbus Optimis Produksi 4 Ribu Unit Seri A220

Airbus A220 milik Swiss Air. Sumber: Pinterest

Meskipun hanya memiliki 72 unit yang beroperasi sebelum perhelatan Paris AirShow 2019 kemarin, pihak Airbus Canada optimis bahwa di masa yang akan datang, mereka akan mengoperasikan varian A220 hingga lebih dari 100 kali lipat dari jumlah yang beroperasi saat ini. Pada acara kedirgantaraan skala global tersebut, Airbus Canada (Bombardier Aeropaspace) mendapatkan pesanan 50 unit varian A220 dari maskapai Air Lease. Pihak Airbus memperkirakan, pesanan untuk 20 tahun yang akan datang akan mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Baca Juga: Qantas Pesan 36 Unit Airbus A321XLR, Mulai Diterima Pertengahan 2024

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (24/6/2019), Airbus percaya bahwa akan ada permintaan untuk 7.000 unit pesawat narrow-body dengan kisaran 100 hingga 150 bangku – sedangkan Airbus A220 memiliki kisaran 110 hingga 160 bangku, tergantung pada varian dan konfigurasi yang diinginkan oleh pihak maskapai. Tidak hanya menyediakan moda yang sesuai dengan perkiraan pesanan di masa yang akan datang, pihak Airbus juga menambahkan bahwa varian A220 ini memiliki efisiensi sekitar 20 persen bahan bakar per penumpang ketimbang pesawat rakitan rival abadinya, Boeing.

“Pesawat ini dirancang khusus untuk segmen pasar itu, ujar ketua program pengembangan A220, Philippe Balducchi.

Dengan mengandalkan dua pabrik yang masing-masing terletak di Alabama dan Montreal, pihak Airbus mampu menghasilkan masing-masing empat dan 10 unit A220 per bulan. Jika dikalkulasikan, maka Airbus dapat menghasilkan 168 unit A220 per tahun – dengan kata lain, akan ada 4.000 unit pesawat yang diproduksi Airbus dalam rentang waktu 20 tahun mendatang. Bukan tidak mungkin juga jika Airbus akan mengirimkan semua hasil produksiannya tersebut kepada pihak maskapai yang sudah memesan varian ini sebelumnya.

“Jika ditanya: apakah Airbus mampu merampungkan permintaan maskapai hanya dengan menggunakan dua pabrik saja? Jawabannya tentu saja bisa!” ujar Kepala Eksekutif Airbus Amerika, Jeffrey Knittel.

Lalu, siapakah pasar paling besar yang akan ditargetkan oleh Airbus dalam hal menggunakan A220? Masih dari laman sumber yang sama, Cina, India, Australia, dan Hawaii merupakan nama-nama yang muncul sebagai kandidat pasar paling besar yang akan mengoperasikan varian A220.

Baca Juga: Airbus Rayakan Ulang Tahun ‘Emas,’ Digdaya Hampir di Semua Lini

Ambil contoh Cina, negara ini berencana untuk membangun lebih dari 200 bandara dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Dengan begitu, Cina akan membutuhkan pesawat dalam jumlah yang sangat banyak untuk bisa beroperasi di keseluruhan bandara yang ada di sana. Namun hipotesa ini masih belum dapat diuji kebenarannya, karena pihak Cina sendiri masih mengembangkan pesawat yang merupakan hasil kerja samanya dengan pihak Rusia.