Hari Ini, 15 Tahun Lalu, Mandala Airlines Flight 091 Jatuh dan Menimpa Pemukiman Warga di Medan

0
Puing-puing sisa kecelakaan Boeing 737-200 Mandala Airlines. Foto: AFP

Tepat pada hari ini, 15 tahun yang lalu, bertepatan dengan Senin, 5 September 2005, pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines flight RI 091 jatuh dan menimpa pemukiman warga, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan. Hasil penyelidikan petugas menunjukkan, penyebab kecelakaan diketahui akibat pilot tak menempatkan flap dan slat untuk mendukung take off.

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Bouraq dan Mandala Airlines Jadi ‘Korban’ Arogansi Militer AS dalam Insiden Bawean

Dari berbagai sumber yang dihimpun, efek dari kekeliruan pilot tersebut mengakibatkan daya angkat pesawat menjadi tidak maksimal. Hal itu juga diperparah dengan salah satu mesin yang ditemukan tak bertenaga. Kedua kombinasi tersebut pada akhirnya membuat pesawat menabrak tiang listrik (setelah lepas landas) sebelum jatuh ke jalan dan menimpa rumah warga yang terletak hanya sekitar 100 meter dari Bandara Polonia.

Pesawat kemudian meledak beberapa kali dan terbakar dengan hanya menyisakan ekor pesawat bertuliskan PK-RIM. Sebanyak lima rumah warga yang tertimpa badan pesawat juga terbakar. Menurut kesaksian seorang penumpang yang selamat, pesawat baru saja lepas landas dan tiba-tiba oleng ke kiri lalu mulailah api menjalar.

Insiden Mandala Airlines flight RI 091 itu pun dilaporkan menewaskan sedikitnya 100 orang penumpang. Tak hanya itu, 49 orang di darat juga turut menjadi korban. Beruntung, dari 117 orang (112 penumpang dan 5 awak), terdapat 17 penumpang yang dilaporkan selamat.

Anehnya, semua penumpang selamat tersebut berada di bagian depan pesawat. Fakta korban selamat di bagian kursi depan pada kecelakaan Mandala Airlines flight RI 091 tersebut pun masih menjadi misteri hangat untuk dibahas. Fakta ini juga membantah temuan penumpang di bagian belakang pesawat lebih berpeluang besar hidup saat terjadinya kecelakaan.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan majalah TIME, setelah adanya insiden, sepertiga belakang pesawat hanya mampu membuat tingkat kematian 32 persen, dibandingkan dengan bagian tengah dengan 39 persen dan bagian depan dengan 38 persen.

Martin Rottler, seorang ahli penerbangan, lebih lanjut menjelaskan bahwa duduk di baris belakang berarti Anda tidak akan berhadapan dengan banyak orang, dan ini dapat membantu Anda untuk memudahkan mencari jalan keluar.

Selain misteri penumpang selamat seluruhnya berasal dari baris depan kursi, misteri soal bau menyengat durian yang diduga jadi penyebab terjadinya kecelakaan juga ramai diperbicangkan; sekalipun beberapa tahun lalu sudah banyak bantahan terkait keterkaitan durian dengan kecelakaan Mandala Airlines RI 091.

Dilansir dw.com, pesawat tujuan Jakarta tersebut jatuh persis di tengah jalan Jamin Ginting, kawasan pemukiman Padang Bulan, Medan, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Polonia.

Baca juga: Saatnya Nostalgia, Ini Dia Lima Maskapai yang Sempat Mewarnai Langit Indonesia!

Salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines maut itu adalah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kala itu, Tengku Rizal Nurdin. Jenazah almarhum teridentifikasi dari gigi dan bekas operasi. Rizal Nurdin rencananya akan mengikuti pertemuan rutin para gubernur dengan Presiden Bambang Yudhoyono pada hari itu juga. Almarhum Rizal Nurdin kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Mesjid Raya Medan.

Selain Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, dua anggota Dewan Perwakilan Daerah DPD, Sumatera Utara, mantan Gubernur Raja Inal Siregar, dan Abdul Halim Harahap juga termasuk dalam daftar penumpang yang tewas.

Leave a Reply