Hindari Penyalahgunaan Nomer Ponsel, Uber Siapkan Fitur Chat di Dalam Aplikasi

Nantinya pengemudi Uber tidak perlu lagi menghubungi penumpangnya dengan cara menelepon ke nomor ponsel pribadi. Perusahaan rideshare asal San Francisco tersebut baru saja mengumumkan fitur chat-in terbaru di aplikasi mereka yang memungkinkan para pengemudi dan penumpangnya saling berkomunikasi tanpa harus keluar dari aplikasi Uber. Rencananya, fitur ini akan segera diluncurkan secara global dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (10/8/2017), sebuah penyataan tertulis menyebutkan bahwa fitur ini akan memudahkan pihak pengemudi dan penumpang dalam berkomunikasi, seperti menentukan titik jemput, memberikan informasi mengenai hambatan dalam fase penjemputan, dan lain-lain. “Karena setiap perjalanan diawali dengan penjemputan, jadi kami selalu memikirkan cara bagaimana meningkatkan pengalaman bagi kedua belah pihak,” tulis pernyataan tersebut.

Jika penumpang mengubungi pengemudi, maka pesan yang dikirim akan berubah menjadi pesan suara yang akan dibacakan sehingga tidak mengganggu pengemudi saat mengemudi, kemampuan ini kerap disebut sebagai text to speech. Lalu pengemudi bisa merespon pesan tersebut dengan hanya satu ketuk, dimana sang penumpang akan menerima pesan berupa logo jempol. “Penumpang dan driver sama-sama bisa melihat apakah pesan tersebut sudah sampai dan dibaca, ini akan membantu mereka supaya tidak ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi,” tutur pihak Uber.

Tidak menutup kemungkinan, fitur ini juga akan diaplikasikan ke kanal Uber lainnya, seperti UberEATS. Adapun tujuan dibalik peluncuran fitur ini adalah untuk mencegah pihak pengemudi dan penumpang saling menghubungi melalui nomor ponsel pribadi mereka. Di Indonesia sendiri, sudah banyak sekali kasus pengemudi moda transportasi berbasis online yang jahil menghubungi penumpangnya dan mengajak mereka berkenalan. Entah apa modus dibalik itu semua, namun untuk sebagian kalangan, tindakan tersebut sangatlah mengganggu.

Baca Juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi

Pihak Uber sendiri akan menggunakan teknologi anonym untuk menutupi data pribadi para pelanggannya, namun penggunaan teknologi ini masih terbatas. Sedangkan di sebagian tempat, data pribadi penumpang masih akan terlihat.

Kasus penyalahgunaan nomor seperti yang telah dijabarkan di atas ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri pun, praktek tersebut dilakukan dengan menggunakan fitur “lost and found” untuk mendapatkan nomor pelanggan mereka. Bahkan yang lebih parahnya lagi, beberapa kasus menemukan para pengemudi wanita yang dilecehkan oleh penumpang pria, dengan cara meninggalkan ponsel pintar mereka di dalam mobil tersebut, lalu menggunakan sebuah aplikasi pelacak untuk mencari rumah pengemudi tersebut.

Berangkat dari situ, Uber lalu menambahkan peraturan baru yang berisikan hukuman denda jika penumpang secara sengaja atau tidak meninggalkan barang mereka di dalam kendaraan.

Hampir mirip dengan fitur chat in yang akan dirilis Uber, layanan Grab di Indonesia dalam aplikasinya sudah menghadirkan fitur chat antar penumpang dan pengemudi di dalam aplikasi. Fitur chat di Grab melengkapi pilihan untuk telepon langsung dan berkirim via pesan singkat (SMS), namun untuk proteksi pada perlindungan data diri penumpang dan pengemudi masih belum ada.