Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

0
Sumber: uk.businessinsider.com

Setelah pada pemberitaan terakhir disebutkan bahwa pilot Malaysia Airlines MH370 sempat mengurangi tekanan di dalam kabin sebelum akhirnya ‘menjatuhkan’ pesawat bermuatan 227 penumpang di sekitaran Samudera Hindia, kini sebuah hipotesa baru kembali terungkap, dimana para peneliti mendapati kopilot sempat menerbangkan pesawat sendiri selama 30 menit. Kendati ini sifatnya masih dugaan, namun satu hal yang patut dipertanyakan terkait munculnya spekulasi ini, “Apa yang dilakukan oleh Capt. Zaharie Shah (pilot) ketika penerbangan diambil alih oleh kopilot Fariq Hamid?”

Baca Juga: Pendapat Pakar: Kapten MH370 Telah Kurangi Tekanan Kabin Sebelum Jatuhkan Pesawat di Samudera Hindia

Pada bulan Juni 2019 kemarin, para pakar yang meneliti misteri terbesar di dunia dirgantara ini melempar spekulasi bahwa Capt. Zaharie Shah dengan sengaja menurunkan tekanan udara di dalam kabin (depressurisation) dan membawa pesawat berjenis Boeing 777-200 ini jauh keluar jalur guna menghabiskan bahan bakar. Jika bahan bakar pesawat habis, maka setidaknya bercak avtur yang sejatinya adalah senyawa minyak tidak akan terlihat di laut (minyak dan air tidak akan pernah bisa menyatu).

Spekulasi lain yang muncul adalah pilot yang sebelumnya sudah terkenal sebagai pribadi yang bermasalah dan kesepian ini dengan sengaja menukikkan pesawat ke Samudera Hindia.

Spekulasi Terbaru
Kini, penyelidik kecelakaan udara terkemuka, Christine Negroni mengatakan bahwa dirinya bisa dengan tepat menentukan kapan pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur International Airport menuju Beijing Capital International Airport pada 8 Maret 2014 ini hilang dari pengawasan menara pemantau – bahkan ia juga menyebutkan bahwa mungkin saja temuannya ini mengindikasikan bahwa pesawat sempat diambil alih sepenuhnya oleh kopilot Fariq Hamid.

Christine Negroni. Sumber: istimewa

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (1/9), dalam bukunya yang berjudul “Tha Crash Detectives”, Christine menyebutkan bahwa pesawat secara mendadak mengalami depressurisation ketika Capt. Zaharie Shah tidak berada di dalam kokpit. Christine mengklaim bahwa pesawat sempat berbalik arah dan ini membuktikan bahwa jalur penerbangan tersebut berada di bawah kendali kopilot Fariq Hamid. Pasalnya, di sini, Fariq mengarahkan pesawat menuju sebuah ‘destinasi’ yang sudah tidak asing lagi.

“Pada pukul 01.52 waktu setempat, Fariq mengarahkan pesawat kembali menuju Malaysia dan Penang,” tulis Christine dalam bukunya tersebut.

“Di sini dapat disimpulkan bahwa kopilot Fariq mengambil keputusan lain (red: kembali menuju Malaysia) yang mungkin diambilnya dalam kondisi hipoksia (red: kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normal tubuh),” tambahnya.

Pesawat Sempat Balik Arah?
Christine menambahkan, dalam kondisi yang sudah minim oksigen, kopilot Fariq masih sempat berupaya untuk mendaratkan pesawat di Langkawi International Airport – tempat yang sudah tidak asing lagi bagi sang kopilot. Diketahui, Langkawi International Airport merupakan tempat dimana Fariq mengemban ilmu penerbangan.

“Terlebih, landas pacu di Langkawi International Airport itu lebih panjang sekira 2000 kaki ketimbang yang ada di Penang, jadi mungkin menurutnya, akan lebih aman untuk mendaratkan pesawat di sana,” terang Christine.

Baca Juga: Masih Misterius, Penyidik Perancis Curigai Adanya Peran Entitas Ketiga di Insiden Hilangnya MH370

“Selain itu, kami menduga bahwa pendaratan di Langkawi tidak akan berjalan mulus – pertama karena kurangnya pasokan oksigen di dalam pesawat, kedua karena pesawat masih mengangkut banyak bahan bakar,” imbuhnya.

Namun ketika pesawat sudah mengarah kembali menuju Malaysia, MH370 tidak menunjukkan tanda-tanda akan mendekati bandara dan lalu hilang begitu saja dari radar pemantau. Mungkin di titik ini, Capt. Zaharie Shah telah mengambil alih kemudi dan melanjutkan misi “jahatnya” untuk mencelakakan semua isi pesawat dengan nomor registrasi 9M-MRO ini.

 

 

Leave a Reply