IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara

(runwaygirlnetwork.com)

Penyandang disabilitas kerap kali mendapatkan masalah ketika bepergian menggunakan berbagai moda transportasi, salah satunya adalah pesawat terbang. Biasanya yang cukup kesulitan adalah penyandang disabilitas yang harus menggunakan jasa kursi roda.

Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Hal ini kemudian membuat IATA (International Air Transport Association) menetapkan standar layanan bagi penumpang disabilitas agar dapat menikmati perjalanan lebih mudah. Resolusi ini sendiri disepakati dalam pertemuan umum tahunan IATA di Seoul, Korea Selatan.

IATA juga menyerukan kepada pihak regulator untuk bekerja sama saat membuat peraturan dan hukum yang mengatur akomodasi bagi penyandang disabilitas. KabarPenumpang.com merangkum dari laman runwaygirlnetwork.com, tak hanya pemerintah, IATA juga meminta Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk ikut mengadopsi prinsip-prinsip inti IATA tentang aksebilitas sebagai dasar untuk inisatif multilateral itu.

Resolusi ini juga mencerminkan kesadaran terkait banyaknya tantangan yang dihadapi penumpang penyandang disabilitas saat bepergian dengan pesawat. Seperti masalah kerusakan kursi roda karena kelalaian maskapai yang menyulitkan penyandang disabilitas.

Wakil presiden senior anggota dan hubungan eksternal di IATA, Paul Steele mengatakan, pihaknya menyusun praktik terbaik untuk menangani masalah dan melacak kerusakan yang terjadi karena apa.

“Saya pikir itu akan menjadi hasil yang logis. Kami terlibat dengan berbagai pemangku kepentingan, dan khususnya dengan asosiasi yang mewakili penyandang cacat. Dan, kami akan mengikuti rekomendasi mereka. Kami membuat panduan untuk maskapai penerbangan sehingga kami memiliki standar yang telah di tetapkan. Kami berusaha memastikan kami mengumpulkan data, karena tidak ada banyak data,” ujarnya.

“Saya tahu ada banyak kemunduran dan ke depan, terutama ketika kursi roda listrik, misalnya, memiliki baterai lithium. Bagaimana kita menghadapinya? Apa praktik standar yang harus kita gunakan? Karena kami tidak dapat membawa baterai itu di ruang tunggu untuk alasan keamanan. Itu dilarang. Jadi (baterai) harus diangkut di kabin. Itu artinya kita harus mengeluarkan (baterai) dari kursi roda listrik.”

Steele megatakan kepada Runway Girl Network (RGN) bahwa IATA menjangkau produsen perangkat mobilitas untuk mengatasi masalah desain yang membuat perangkat ini sulit dimuat ke dalam pesawat, dan akan terus bekerja dengan perwakilan dari komunitas penyandang cacat. IATA baru-baru ini melakukan penelitian bersama dengan Bandara Heathrow untuk lebih memahami layanan mobilitas yang dibutuhkan penumpang.

Ketika mereka belajar, banyak orang meminta bantuan kursi roda ketika mereka sebenarnya menginginkan jenis bantuan yang berbeda untuk menavigasi bandara. Sehingga ini bisa membuat orang yang benar-benar membutuhkan bantuan kursi roda harus menunggu.

Baca juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

IATA telah meluncurkan kampanye untuk mempromosikan penggunaan kode DPNA (Penumpang Cacat dengan Intelektual atau Pengembangan Kebutuhan Cacat). Salah satu ketidakkonsistenan peraturan yang mengkhawatirkan IATA adalah kebijakan Amerika Serikat tentang hewan pendukung emosional.